1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Forum ITB Women in STEAM Jadi Langkah Gubernur Sherly Siapkan SDM Maluku Utara

Oleh ,

Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos menghadiri kegiatan ITB Women in STEAM yang digelar di Kampus Jakarta Institut Teknologi Bandung.

Kehadiran Sherly dalam forum tersebut menjadi bagian dari langkah Pemerintah Provinsi Maluku Utara memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk menjawab kebutuhan industri dan pembangunan daerah.

ITB Women in STEAM merupakan forum kolaboratif yang menghadirkan perempuan-perempuan inspiratif dari berbagai sektor Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM). Kegiatan ini menjadi ruang berbagi perspektif, pengalaman, dan gagasan strategis dalam mendorong inovasi serta kepemimpinan perempuan di berbagai bidang.

Forum tersebut juga mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi profesional, hingga pemimpin perempuan untuk membahas transformasi pendidikan, teknologi, industri, kebijakan, dan pembangunan berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Maluku Utara resmi menjalin kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung untuk meningkatkan kualitas SDM di Maluku Utara. Penandatanganan kerja sama dilakukan langsung oleh Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara dan Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos.

Sherly mengatakan, kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda Maluku Utara yang memiliki daya saing dan dapat mengisi kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor industri strategis yang berkembang di daerah.

“Kami punya kewajiban untuk menyediakan lapangan pekerjaan bagi putra-putri Maluku Utara. Banyak tenaga dan skill yang dibutuhkan di bidang metalurgi hingga supply chain yang relevan dengan keilmuan di ITB,” kata Sherly.

Menurutnya, investasi yang terus tumbuh di Maluku Utara harus diiringi kesiapan SDM lokal agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton di tengah perkembangan industri.

Ia juga membuka peluang kolaborasi lebih luas bersama alumni dan mahasiswa ITB, termasuk dalam pengembangan sektor pertanian dan kelautan guna mendorong swasembada pangan di Maluku Utara.

Sementara itu, Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara menegaskan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di perguruan tinggi harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ilmu yang tidak turun ke masyarakat adalah ilmu yang belum selesai. Forum hari ini adalah pengingat yang sangat kuat bagi kami di ITB bahwa perjalanan sebuah ilmu tidak berakhir di laboratorium atau jurnal internasional, tetapi di kehidupan nyata masyarakat yang kita layani,” ujarnya.

Dalam kerja sama tersebut, ITB akan menjadi mitra strategis jangka panjang Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam pengembangan SDM melalui talent pipeline, riset terapan yang relevan dengan kebutuhan daerah, hingga program pengabdian masyarakat yang terstruktur dan berkelanjutan.

Kegiatan ITB Women in STEAM diselenggarakan oleh Ikatan Alumni ITB bersama Salam Ganesha dan ITB. Acara dibuka oleh Ketua Umum IA ITB Agustin Peranginangin, CEO Salam Ganesha Vanny W. Katili, serta dihadiri sejumlah pimpinan ITB.

Forum tersebut menghadirkan dua sesi diskusi utama. Diskusi pertama bertema “From Policy to Impact: Bridging Government, Academia, and Women Leaders” yang menghadirkan Sherly Tjoanda, Komisaris PT Medco Energi sekaligus Ketua MWA ITB 2020–2024 Yani Panigoro, Wakil Rektor Bidang Sumberdaya ITB Dea Indriani Astuti, serta Rosa Permata Sari dari Pertamina dan IA ITB. Diskusi dimoderatori Viviani Suhar.

Sementara sesi kedua bertajuk “From Research to Real Impact” menghadirkan Heni Rachmawati dari Sekolah Farmasi ITB, Deputi Bidang Kebijakan Riset dan Inovasi BRIN RI Boediastoeti Ontowirjo, serta Wakil Ketua Umum PP IA ITB Aliya Rajasa Baskoro Yudhoyono. Diskusi tersebut dipandu Iga Andita Lestari.

Selain itu, turut dilakukan penandatanganan kerja sama antara Ikatan Alumni ITB, ITB, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, dan Adhikari Foundation, serta kerja sama antara IA ITB dan Korporasi ITB Kinarya.

Berita Lainnya