Curhat ke Nazla, Warga Doitia Keluhkan Minimnya Fasilitas Pertanian hingga Ancaman Banjir
Masyarakat Desa Doitia, Kecamatan Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Utara, menyampaikan sejumlah keluhan terkait keterbatasan fasilitas pertanian dan perikanan kepada Ketua Komisi I DPRD Provinsi Maluku Utara, Nazlatan Ukhra Kasuba, saat agenda reses, Jumat, 15 Mei 2026.
Warga menyebut, mayoritas masyarakat Desa Doitia menggantungkan hidup pada dua sektor utama, yakni pertanian dan perikanan. Namun, minimnya dukungan fasilitas dinilai menjadi hambatan serius dalam menopang perekonomian warga.
Salah satu warga mengungkapkan, keterbatasan sarana pertanian seperti kendaraan roda tiga (viar) dan jalan tani membuat hasil panen kerap sulit diselamatkan, terutama saat musim panen tiba.
“Kalau fasilitas seperti viar dan jalan tani tidak ada, hasil pertanian kami sering tidak bisa diselamatkan ketika musim panen. Padahal ini sumber penghidupan masyarakat,” ungkap warga di hadapan Nazla.
Menurut warga, apabila sektor pertanian mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah maupun provinsi, maka dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat dalam meningkatkan ekonomi keluarga.
Karena itu, warga berharap Nazla dapat menggunakan kapasitasnya sebagai Ketua Komisi I DPRD Maluku Utara untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat Desa Doitia di tingkat pemerintah provinsi.
“Harapan kami bagaimana hasil pertanian bisa terselamatkan saat panen agar dapat dijual. Kalau fasilitas diperhatikan, ekonomi masyarakat pasti bertumbuh,” ujarnya.
Tak hanya sektor pertanian, warga juga meminta perhatian pemerintah terhadap fasilitas perikanan. Bantuan mesin perahu, bodi fiber, hingga alat tangkap ikan dinilai sangat dibutuhkan nelayan untuk meningkatkan produktivitas melaut.
“Ekonomi kami untuk menyekolahkan anak-anak dan memenuhi kebutuhan rumah tangga hanya bergantung pada pertanian dan perikanan. Tapi banyak kelompok nelayan dan petani belum berkembang karena keterbatasan fasilitas,” keluh warga.
Selain fasilitas ekonomi, masyarakat juga meminta pembangunan bronjong penahan sungai. Pasalnya, setiap musim hujan, rumah warga kerap terancam banjir akibat luapan air sungai.
Menanggapi aspirasi tersebut, Nazla menegaskan bahwa kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah desa sangat penting, terutama dalam menyiapkan data kebutuhan yang akurat agar bisa diperjuangkan ke pemerintah provinsi.
“Data dan administrasi itu penting sebagai dasar perjuangan ke pemerintah, baik ke gubernur, wakil gubernur maupun dinas terkait. Jadi kebutuhan masyarakat yang diperjuangkan benar-benar berdasarkan kondisi riil di lapangan,” kata Nazla.
Politisi muda Partai Gerindra itu menambahkan, kelengkapan data juga menjadi faktor penting agar anggaran yang dialokasikan pemerintah tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.