Gubernur Sherly Ajukan Rp2,6 Triliun ke AHY untuk Sofifi hingga Jalan Trans Kieraha
Gubernur Sherly Laos menemui Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), guna mengusulkan pembangunan infrastruktur strategis senilai Rp2,6 triliun untuk memperkuat konektivitas dan pemerataan pembangunan di Provinsi Maluku Utara.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kemenkoinfra, Jumat, 22 Mei 2026, itu turut dihadiri Plt Kepala Dinas PUPR Maluku Utara, Risman Iriyanto Djafar.
Dalam pemaparannya, Sherly menyampaikan sejumlah usulan pembangunan yang meliputi sektor jalan, irigasi, pengembangan Kota Sofifi, sanitasi, air minum, jembatan, hingga pengaman pantai dan tanggul di sejumlah wilayah di Maluku Utara.
“Provinsi Maluku Utara saat ini tengah mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat, terutama didorong oleh perkembangan sektor industri pengolahan mineral. Namun demikian, akselerasi pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur dasar yang memadai,” kata Sherly di hadapan AHY.
Menurut Sherly, karakteristik Maluku Utara sebagai daerah kepulauan masih menghadapi tantangan besar dalam konektivitas antarwilayah.
“Karakteristik wilayah Provinsi Maluku Utara sebagai daerah kepulauan yang terdiri atas banyak pulau dan memiliki tantangan konektivitas antarwilayah,” ujarnya.
Sherly menegaskan, usulan pembangunan infrastruktur tersebut diajukan dalam rangka mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia sebagai arah baru pengembangan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, kata Sherly, usulan tersebut juga merupakan tindak lanjut hasil reses kunjungan kerja Komisi V DPR RI di Maluku Utara.
Salah satu proyek prioritas yang diusulkan yakni pembangunan jalan Trans Kieraha di Pulau Halmahera. Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengusulkan pembangunan ruas Ekor–Simpang 4 Kobe di Kabupaten Halmahera Timur dengan nilai anggaran Rp348,3 miliar serta pembangunan ruas Tabadamai–Ekor di Kabupaten Halmahera Barat sebesar Rp244,7 miliar.
Selain Trans Kieraha, Pemprov Maluku Utara juga mengusulkan peningkatan ruas jalan Maba–Sagea di Halmahera Timur senilai Rp91,6 miliar, pemeliharaan berkala jalan dalam Kota Sofifi sebesar Rp22,4 miliar, serta peningkatan ruas Kao–Toliwang di Halmahera Utara sebesar Rp102,5 miliar.
Total usulan program jalan melalui skema Inpres Jalan Daerah mencapai Rp809,8 miliar.
Di sektor pertanian dan ketahanan pangan, pemerintah daerah turut mengusulkan rehabilitasi jaringan irigasi di sejumlah daerah. Program tersebut mencakup rehabilitasi Daerah Irigasi Gane Timur di Halmahera Selatan, irigasi Goal dan Akediri di Halmahera Barat, irigasi Aha di Pulau Morotai, serta irigasi Wayamli di Halmahera Timur dengan total kebutuhan anggaran Rp127,9 miliar.
Sherly juga memberi perhatian besar terhadap percepatan pengembangan Sofifi sebagai ibu kota Provinsi Maluku Utara.
Dalam usulannya, pemerintah provinsi meminta dukungan pembangunan stadion sepak bola Sofifi dengan anggaran Rp340 miliar, pembangunan rumah sakit umum daerah kelas B senilai Rp240 miliar, pembangunan pasar higienis Sofifi Rp36,1 miliar, hingga pembangunan gedung pemadam kebakaran senilai Rp20 miliar.
Total usulan pengembangan Kota Baru Sofifi mencapai Rp636,1 miliar.
Selain usulan dari pemerintah daerah, daftar prioritas pembangunan juga mencakup penataan kawasan strategis pariwisata di Halmahera Barat dan Pulau Morotai, pembangunan SPALD atau instalasi pengolahan air limbah di sejumlah daerah, pembangunan dan optimalisasi SPAM, hingga pembangunan jembatan di Pulau Morotai dan Halmahera Utara.
Tak hanya itu, Pemprov Maluku Utara juga meminta dukungan pembangunan tanggul, normalisasi sungai, dan pengaman pantai di sejumlah wilayah rawan bencana seperti Halmahera Utara, Halmahera Barat, Kota Ternate, dan Halmahera Selatan. Total usulan sektor tersebut mencapai Rp286 miliar.
Sementara itu, AHY menyampaikan apresiasi atas capaian Pemerintah Provinsi Maluku Utara yang baru saja meraih sejumlah penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri, termasuk keberhasilan menekan angka stunting.
“Jumat pagi 22 Mei 2026, saya menerima kunjungan kerja dan audiensi dari Gubernur Maluku Utara, Ibu Sherly Tjoanda, beserta jajaran di kantor Kemenkoinfra. Saya mengucapkan selamat atas prestasi Provinsi Maluku Utara yang baru saja mendapat beberapa penghargaan dari Kemendagri, termasuk atas keberhasilan penekanan angka stunting,” tulis AHY dalam unggahan di akun medsosnya.
Dalam unggahan tersebut, AHY menyebut Maluku Utara memiliki pertumbuhan ekonomi tinggi berkat hilirisasi nikel berkelas dunia, pembangunan pabrik baterai sel di Weda dan Buli, hingga rencana pengembangan bandara internasional.
Namun demikian, menurut AHY, daerah itu masih membutuhkan dukungan infrastruktur untuk mendorong sektor lain seperti pertanian, perkebunan, dan perikanan.
“Bagi kami, every progress is a good progress. Setiap rupiah yang diinvestasikan harus dikonversi menjadi keadilan dan pemerataan yang dirasakan langsung oleh masyarakat Maluku Utara,” tulis AHY.