Pertama Kali Bertanding, Dua Atlet Taekwondo Sula Cetak Sejarah di Porprov

Pose bersama Ketua KONI Kepulauan Sula, Kamarudin Mahdi, Pelatih Taekwondo Sula, Ifan Buamona dan dua atlet taekwondo. Foto: Halmaherapost.com

Meski baru pertama kali tampil di ajang bergengsi tingkat provinsi, dua atlet Taekwondo Kabupaten Kepulauan Sula sukses mencuri perhatian pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Maluku Utara 2026. Keduanya berhasil mempersembahkan dua medali perunggu bagi kontingen Kepulauan Sula dari cabang olahraga taekwondo.

Dua atlet yang mengharumkan nama daerah tersebut adalah Muhammad Alief Zakky Abdillah di kelas Under 63 Kg Putra Senior dan Nurdiana Sintia Umaternate di kelas Under 49 Kg Putri Senior.

Prestasi ini terasa istimewa karena keduanya merupakan debutan yang baru pertama kali merasakan atmosfer pertandingan resmi berskala provinsi. Tak hanya itu, mereka juga harus menghadapi lawan-lawan tangguh yang telah lebih dahulu memiliki pengalaman bertanding di berbagai kejuaraan taekwondo.

Nurdiana Sintia Umaternate mengaku bersyukur mendapat kesempatan tampil di Porprov V Maluku Utara. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi momen berharga yang akan menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan dan mental bertanding di masa mendatang.

"Kami baru pertama kali ikut pertandingan seperti ini. Sebelumnya belum pernah mengikuti event resmi. Ini pengalaman yang sangat berharga bagi kami," ujar Nurdiana kepada Halmaherapost.com, Minggu, 14 Juni 2026.

Ia menilai keikutsertaannya dalam ajang olahraga terbesar di Maluku Utara itu memberikan banyak pelajaran, terutama dalam menghadapi tekanan pertandingan dan mengukur kemampuan diri saat berhadapan dengan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah.

Senada dengan Nurdiana, Muhammad Alief Zakky Abdillah juga mengaku bangga bisa tampil dan menyumbangkan medali bagi Kepulauan Sula. Atlet yang turun di kelas Under 63 Kg Putra Senior itu mengungkapkan bahwa Porprov 2026 merupakan pertandingan resmi pertamanya sejak menekuni olahraga taekwondo.

Alief mulai berlatih taekwondo sejak duduk di bangku kelas lima sekolah dasar. Namun perjalanan kariernya sempat terhambat akibat pandemi Covid-19 yang membuat aktivitas olahraga dan kompetisi terhenti dalam waktu cukup lama.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak memadamkan semangatnya untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan. Berbekal kerja keras, disiplin, serta tekad yang kuat, Alief akhirnya mampu menembus ajang Porprov dan langsung mempersembahkan medali untuk daerahnya.

Keberhasilan dua atlet muda ini menjadi bukti bahwa semangat juang dan kerja keras mampu menghasilkan prestasi, bahkan bagi mereka yang baru pertama kali tampil di panggung kompetisi besar. Dua medali perunggu yang diraih menjadi modal berharga bagi perkembangan taekwondo Kepulauan Sula sekaligus harapan lahirnya atlet-atlet berprestasi di masa depan.

Penulis: Amco
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga