1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Pemerintah

Hari Lahir Pancasila, Wali Kota Ternate Ajak Rawat Persatuan di Tengah Keberagaman

Oleh ,

Wali Kota Ternate, H. M. Tauhid Soleman, mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat persatuan dan menjaga semangat kebangsaan di tengah keberagaman yang menjadi identitas bangsa Indonesia.

Ajakan itu disampaikan saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Wali Kota Ternate, Senin, 1 Juni 2026.

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti unsur Forkopimda, Wakil Wali Kota Ternate Nasri Abubakar, Sekretaris Daerah Rizal Marsaoly, pimpinan OPD, ASN, PPPK, peserta kontingen Porprov Maluku Utara, serta tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Tauhid membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, Hari Lahir Pancasila bukan hanya peringatan sejarah, tetapi juga momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai luhur Pancasila tetap hidup dalam setiap aspek kehidupan masyarakat.

Tema Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, yakni “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, kata Tauhid, menjadi pengingat bahwa Pancasila memiliki peran strategis, tidak hanya dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga dalam mendukung terciptanya perdamaian dunia.

Wakil Wali Kota Nasri Abubakar, Sekda Rizal Marsaoly serta para forkompimda. Foto: Humas Pemkot Ternate

“Di tengah berbagai tantangan global, mulai dari perkembangan teknologi hingga dinamika geopolitik dunia, Pancasila tetap menjadi jangkar moral yang menjaga bangsa Indonesia tetap kokoh dalam keberagaman,” ujarnya.

Tauhid menuturkan, Indonesia telah menunjukkan kepada dunia bahwa keberagaman bukanlah penghalang untuk bersatu. Dengan ribuan pulau, ratusan suku, bahasa, dan budaya, Indonesia mampu berdiri sebagai bangsa yang kuat karena berpegang pada nilai-nilai Pancasila.

Ia juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga ketertiban dunia sebagaimana amanat konstitusi. Karena itu, nilai musyawarah, gotong royong, dan kemanusiaan yang terkandung dalam Pancasila harus terus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat maupun hubungan antarbangsa.

Dalam pidato tersebut, Tauhid turut mengajak generasi muda untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari.

“Jangan biarkan Pancasila hanya menjadi hafalan atau tulisan di dinding. Jadikan nilai-nilainya sebagai pedoman dalam bersikap, bekerja, dan membangun masa depan bangsa,” katanya.

Ia juga mengingatkan para penyelenggara pemerintahan agar setiap kebijakan yang diambil selalu berpihak kepada kepentingan rakyat dan berlandaskan prinsip keadilan sosial bagi seluruh masyarakat.

Mengakhiri sambutannya, Tauhid mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat persatuan, menjaga toleransi, serta menolak segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang berpotensi mengganggu keharmonisan kehidupan berbangsa.

“Persatuan adalah kekuatan utama bangsa ini. Karena itu, mari kita terus merawat kebersamaan dan menjaga keberagaman sebagai anugerah yang mempersatukan kita,” pungkasnya.

Berita Lainnya