1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Keputusan Dianulir Dua Kali, Atlet Wushu Sula dan Morotai Dipaksa Tanding Ulang

Oleh ,

Drama mewarnai pertandingan cabang olahraga Wushu pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Maluku Utara.

Laga antara atlet Kabupaten Kepulauan Sula dan Pulau Morotai berakhir dengan keputusan kontroversial setelah hasil pertandingan dianulir hingga dua kali.

Polemik bermula pada Selasa, 9 Juni 2026, ketika kontingen Kepulauan Sula memprotes hasil penilaian pertandingan. Ketua KONI Kepulauan Sula, Kanarudin Mahdi, menilai keputusan wasit dan dewan juri tidak profesional serta tidak objektif dalam memberikan nilai kepada atletnya.

Menurut Kanarudin, terdapat pengurangan nilai yang dianggap tidak wajar sehingga merugikan atlet Wushu asal Kepulauan Sula. Ia menilai keputusan tersebut tidak mencerminkan semangat sportivitas dalam pertandingan.

Kontingen Kepulauan Sula kemudian mengajukan banding kepada dewan hakim dengan membawa bukti rekaman video pertandingan. Setelah dilakukan pemeriksaan, dewan hakim menyatakan terdapat kekeliruan dalam keputusan wasit dan juri.

Keputusan kemenangan yang sebelumnya diberikan kepada atlet Pulau Morotai pun dianulir. Hasil sidang kemudian menetapkan atlet Kepulauan Sula sebagai pemenang.

"Kami punya bukti, dan seluruh penonton menyaksikan," tegas Kanarudin.

Namun, keputusan tersebut kembali mendapat protes dari pihak Kabupaten Pulau Morotai. Pada Rabu, 10 Juni 2026, Panitia Porprov V Maluku Utara bersama dewan hakim, juri, dan kedua kontingen kembali menggelar pertemuan untuk membahas polemik tersebut.

Pertemuan yang turut dihadiri pengurus KONI Provinsi Maluku Utara itu kembali menghasilkan keputusan baru. Dewan hakim membatalkan hasil sebelumnya dan menetapkan kedua atlet dari Kepulauan Sula dan Pulau Morotai sama-sama meraih posisi juara tiga.

Keputusan tersebut kembali menuai perdebatan. Setelah dilakukan pembahasan lanjutan, panitia dan dewan hakim akhirnya mengambil keputusan akhir dengan menetapkan pertandingan ulang.

Atlet Wushu Kepulauan Sula dan Pulau Morotai kini harus kembali bertanding untuk menentukan siapa yang berhak keluar sebagai pemenang.

Drama panjang di arena Wushu Porprov V Maluku Utara ini menjadi sorotan karena perubahan keputusan yang terjadi berulang kali dalam satu pertandingan.

Berita Lainnya