1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Pemerintah

Gubernur Sherly Ajak Fatayat NU Jadi Penggerak Ekonomi Inklusif di Maluku Utara

Oleh ,

Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, mengajak Pengurus Wilayah (PW) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Maluku Utara menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui penguatan UMKM, koperasi perempuan, dan pemberdayaan ekonomi keluarga.

Ajakan tersebut disampaikan Sherly saat menghadiri Pelantikan PW Fatayat NU Maluku Utara yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Ternate, Kamis, 16 Juli 2026 malam.

Dalam sambutannya, Sherly menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara membuka ruang kolaborasi dengan Fatayat NU, Muslimat NU, dan GP Ansor untuk memperluas manfaat pertumbuhan ekonomi agar dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Mengawali sambutannya, Sherly menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Menteri Koperasi RI, Farida Faricha, yang kembali datang ke Maluku Utara.

"Saya ucapkan selamat datang kepada Ibu Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia. Ini kunjungan kedua beliau sebagai Wamen Koperasi di Bumi Maluku Kie Raha. Suatu kehormatan dan penyemangat bagi kami," ujar Sherly.

Ia mengatakan, Maluku Utara masih menjadi salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Namun, menurutnya, tingginya pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya dinikmati oleh seluruh masyarakat.

"Namun tantangan kita adalah pertumbuhan ini belum inklusif. Ini menjadi PR kita bersama," katanya.

Karena itu, Sherly mengajak kader Fatayat NU, khususnya perempuan muda dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk mengambil peran dalam memperkuat ekonomi daerah.

Pose bersama Plt. Ketua Umum Fatayat NU bersama jajaran dan para tamu undangan. Foto: Humas Pemprov Malut

Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun keluarga yang tangguh. Ketika perempuan memiliki karakter yang kuat serta kemandirian ekonomi, maka akan lahir keluarga yang sejahtera dan menjadi fondasi pembangunan daerah.

"Saya percaya sebuah daerah tidak mungkin lebih kuat dari kekuatan keluarganya. Ketika perempuan di Fatayat NU kuat secara karakter agama dan juga kuat secara finansial, maka anak-anak akan terlindungi, keluarga akan sehat, dan dari keluarga yang sehat dan kuat itulah akan lahir desa, kabupaten, provinsi, dan negara yang kuat," tuturnya.

Sherly mengatakan, Pemprov Maluku Utara telah menyiapkan berbagai program yang dapat disinergikan dengan Fatayat NU, mulai dari pemberdayaan ekonomi keluarga, pencegahan stunting, hingga penguatan kapasitas pelaku UMKM.

Ia menyebut tantangan utama UMKM saat ini masih berkaitan dengan akses permodalan, peningkatan kompetensi, serta pendampingan usaha. Karena itu, organisasi perempuan dinilai memiliki peran penting dalam menjangkau masyarakat hingga ke tingkat keluarga.

Selain itu, Sherly juga menyampaikan perkembangan program pembiayaan melalui Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar. Menurutnya, suku bunga pinjaman kini telah turun dari 24 persen menjadi 9 persen sehingga semakin meringankan pelaku usaha perempuan.

Saat ini, program PNM Mekaar telah beroperasi di lima kabupaten/kota di Maluku Utara dan ditargetkan menjangkau lima daerah lainnya pada tahun depan.

"Hal-hal teknis silakan berkoordinasi dengan dinas terkait. Intinya kami Pemerintah Provinsi Maluku Utara siap bekerja sama menggunakan kekuatan Fatayat NU. Ibu-ibunya masih muda dan sangat bersemangat. Ini akan kita optimalkan agar menjadi motor penggerak ekonomi baru di Maluku Utara," tegasnya.

Sherly juga mengucapkan selamat kepada Ketua dan seluruh jajaran Pengurus Wilayah Fatayat NU Maluku Utara yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan program-program yang berdampak nyata bagi pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi kerakyatan.

"Saya berharap pelantikan ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi melahirkan program-program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh perempuan dan ibu-ibu muda di Maluku Utara," ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut, Plt Ketua Umum PP Fatayat NU, Dewi Winarti, melantik Mardiah Z. Hanafi sebagai Ketua PW Fatayat NU Maluku Utara, yang kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan.

Acara juga dirangkaikan dengan Seminar Nasional bertema "Memperkuat Peran Fatayat NU Malut dalam Mewujudkan Koperasi Perempuan yang Sehat, Mandiri, dan Berkontribusi pada Ekonomi Kerakyatan Sesuai Program Pembangunan Koperasi Nasional", dengan Wakil Menteri Koperasi RI, Farida Faricha, sebagai keynote speaker.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Ketua Tanfidziyah PWNU Maluku Utara yang jugs Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Maluku Utara, Ketua PW Muslimat NU Maluku Utara Rosita Alting, perwakilan Universitas Hasanuddin, unsur DP3A, pelaku UMKM, Koperasi Merah Putih, serta sejumlah pimpinan organisasi dan tamu undangan lainnya.

Berita Lainnya