1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Festival Rakyat Nusantara Ditutup Meriah, Wagub Sarbin: Fans Boleh Berbeda, Persaudaraan Tetap Satu

Oleh ,

Ribuan warga Kota Ternate memadati pelataran Taman Film Benteng Orange pada Senin, 20 Juli 2026 dini hari untuk menyaksikan laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina.

Kegiatan nonton bareng (nobar) yang menjadi puncak Festival Rakyat Nusantara 2026 itu berlangsung meriah sekaligus menjadi ajang mempererat kebersamaan masyarakat.

Festival yang diinisiasi Korem 152/Baabullah bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Maluku Utara tersebut menghadirkan berbagai hiburan sebelum pertandingan dimulai. Penampilan tarian kolosal dari Sanggar Gendang Gamalama sukses memukau ribuan penonton, disusul pembagian beragam doorprize kepada masyarakat yang hadir.

Salah satu hadiah utama berupa sepeda gunung diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, kepada Ayuni Umafagur (32), warga Kelurahan Kayu Merah, Kota Ternate, yang beruntung dalam pengundian.

Kegiatan itu turut dihadiri Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, Kabid Humas Polda Maluku Utara, Dandim 1501/Ternate Letkol Inf Jani Setiadi, jajaran Pejabat Utama Makorem, Ketua TP PKK Maluku Utara Hj. Rusni Sarbin, Ketua Kadin Maluku Utara beserta pengurus, serta unsur Forkopimda lainnya.

Suasana nobar berlangsung penuh semangat. Ribuan pendukung Spanyol dan Argentina memadati kawasan Benteng Orange dengan mengenakan atribut kebanggaan masing-masing. Meski berbeda pilihan, seluruh suporter tetap menikmati pertandingan dalam suasana aman dan penuh keakraban.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sarbin Sehe mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat selama gelaran Piala Dunia 2026. Menurutnya, semangat masyarakat dalam mendukung tim favorit menjadi bukti bahwa perbedaan dapat dirawat dalam bingkai persaudaraan.

"Festival Rakyat Nusantara menjadi titik temu kita dalam rangka mengisi pembangunan, termasuk di Maluku Utara. Fans boleh berbeda, tetapi persaudaraan sama-sama kita hargai. Mari moi ngone foturu, mari kita bersatu," ujar Sarbin.

Ia berharap euforia Piala Dunia mampu memotivasi generasi muda Maluku Utara untuk terus mengembangkan bakat di bidang olahraga, khususnya sepak bola.

"Bukan tidak mungkin, 20 tahun yang akan datang, pemain-pemain hebat dari Maluku Utara mampu tampil di level dunia," katanya.

Menjelang pertandingan berakhir, Sarbin juga mengingatkan masyarakat agar merayakan hasil laga secara tertib. Dengan nada bercanda, ia meminta pendukung tim yang kalah tidak perlu melakukan tradisi ba tobo atau mandi laut karena pertandingan berlangsung hingga dini hari.

Ia juga mengimbau masyarakat yang ingin melakukan pawai kemenangan agar tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan.

"Kalau ada yang harus pawai, lakukan dengan tertib dan teratur. Tidak usah baku lempar, tidak usah saling menyindir. Mari jadikan sepak bola sebagai semangat untuk memajukan olahraga dan memperkuat persaudaraan," pesannya.

Hingga peluit panjang dibunyikan dengan kemenangan Spanyol atas Argentina, suasana di pelataran Benteng Orange tetap berlangsung aman dan kondusif. Pengamanan dilakukan secara terpadu oleh personel TNI dan Polri, sehingga ribuan masyarakat dapat menikmati laga final Piala Dunia 2026 dengan nyaman.

Festival Rakyat Nusantara 2026 pun ditutup dengan semarak. Selain menghadirkan hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat persatuan, sportivitas, dan kebersamaan warga Maluku Utara di tengah perbedaan dukungan terhadap tim favorit.

Berita Lainnya