1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Gubernur Sherly Buka Pelatihan Vokasi Nasional, Ekonomi Tumbuh Harus Diimbangi SDM Unggul

Oleh ,

Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, secara resmi membuka Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 Tahun 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Maluku Utara bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Senin, 27 Juli 2026.

Program pelatihan tersebut menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM), sehingga mampu menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), sekaligus menciptakan lebih banyak wirausaha baru di daerah.

Dalam sambutannya, Gubernur Sherly menegaskan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam mencetak tenaga kerja yang terampil, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang.

Menurutnya, pendidikan vokasi tidak hanya bertujuan mempersiapkan masyarakat memasuki pasar kerja, tetapi juga mendorong lahirnya pelaku usaha, inovator, dan penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

"Pendidikan vokasi tidak hanya menyiapkan SDM memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha, inovator, dan motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Sherly.

Ia mengatakan, capaian pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang masih menjadi yang tertinggi secara nasional harus dibarengi dengan peningkatan kualitas SDM agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.

"Semester I ekonomi Maluku Utara tumbuh 19,6 persen. Pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri," katanya.

Sementara itu, Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ternate, Abdul Aziz, mengungkapkan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan sebanyak 6.600 peserta mengikuti program pelatihan vokasi sepanjang 2026.

Menurutnya, target tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan berbasis kompetensi, sekaligus meningkatkan kesiapan tenaga kerja yang selaras dengan kebutuhan industri.

"Target 6.600 peserta menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan berbasis kompetensi sekaligus meningkatkan kesiapan tenaga kerja yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri," jelas Abdul Aziz.

Antusiasme peserta terlihat sejak hari pertama pelaksanaan. Salah satunya, Sarmila Asri (22), yang mengaku bersyukur dapat mengikuti pelatihan secara gratis. Ia berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk mendapatkan pekerjaan.

Hal senada disampaikan Abdul Rouf (25), peserta asal Sofifi yang bercita-cita bekerja di sektor pertambangan.

"Alhamdulillah saya senang bisa ikut pelatihan ini. Terima kasih Ibu Gubernur," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sherly juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Ketenagakerjaan melalui BPVP Sofifi yang selama ini berperan sebagai pusat pengembangan kompetensi tenaga kerja di Maluku Utara.

"Terima kasih kepada jajaran BPVP yang telah memperkuat peran lembaga pelatihan dalam meningkatkan keterampilan, produktivitas, serta daya saing sumber daya manusia sesuai kebutuhan dunia industri," tuturnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan pelatihan berbasis teknologi, Gubernur Sherly turut menyerahkan bantuan perangkat komputer kepada BPVP. Bantuan itu diharapkan dapat menunjang penyelenggaraan pelatihan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

Melalui Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap semakin banyak masyarakat memperoleh keterampilan kerja yang siap diterapkan, sertifikat kompetensi, akses ke dunia industri, hingga peluang untuk membangun usaha secara mandiri.

Program ini menjadi bagian dari komitmen Gubernur Sherly dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe dalam mencetak SDM yang unggul, berdaya saing, serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang berkelanjutan.

Berita Lainnya