1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Gegara Kunjungan Pejabat, Bawang Merah Tertahan di Pelabuhan Ternate

Oleh ,

Sebanyak 2,95 ton bawang merah asal Makassar milik pedagang di Kota Ternate, Maluku Utara, tertahan di atas kapal di Pelabuhan Ahmad Yani, Kamis, 27 Agustus 2026.

Pedagang mengeluhkan belum dilakukannya pembongkaran muatan tersebut. Pasalnya, bawang merah merupakan komoditas yang mudah rusak jika terlalu lama berada di dalam kapal.

Pedagang sembako, Rosnani, mengatakan, kiriman tersebut terdiri dari 118 karung dengan total berat sekitar 2,95 ton. Muatan telah tiba di Pelabuhan Ahmad Yani sejak sehari sebelumnya.

Namun hingga Kamis, bawang merah tersebut belum juga dibongkar.

Rosnani mengaku mendapat informasi dari pihak ekspedisi bahwa proses pembongkaran masih menunggu selesainya kunjungan pejabat di kawasan pelabuhan.

"Saya telepon kemarin, katanya belum dibongkar karena masih ada kunjungan pejabat, ibu Bhayangkari. Tadi saya telepon lagi orang yang bertanggung jawab ekspedisi, namanya Pak Ambon, jawabannya masih sama, tunggu kunjungan selesai baru dibongkar," ujar Rosnani.

Ia khawatir keterlambatan tersebut membuat bawang merah mengalami kerusakan dan menimbulkan kerugian bagi pedagang.

Menurut Rosnani, kejadian serupa bukan pertama kali dialaminya. Sebelumnya, ia menerima kiriman sekitar 5 ton bawang merah menggunakan kapal yang sama.

Saat itu, kapal sempat sandar hampir sepekan sebelum muatan dibongkar. Akibatnya, sebagian bawang merah mengalami kerusakan.

"Padahal waktu beli di Makassar harganya lagi mahal. Karena terlambat dibongkar, pas turun di Ternate harganya sudah jatuh drastis," katanya.

Bawang merah tersebut selanjutnya didistribusikan Rosnani kepada sejumlah pedagang di Pasar Ternate. Pembelian dilakukan dengan jumlah bervariasi, mulai 200 kilogram, 300 kilogram hingga 500 kilogram.

Rosnani menegaskan, persoalan yang dikeluhkan bukan terkait pembayaran jasa ekspedisi.

"Masalahnya cuma di pembongkaran. Kalau soal pembayaran, tidak ada masalah," ujarnya.

Ketua Asosiasi Pedagang Pemasok Kota Ternate, Mas Nur, mengatakan keterlambatan pembongkaran ini sudah terjadi untuk kedua kalinya.

Ia menilai kondisi tersebut perlu segera mendapat perhatian karena dapat berdampak terhadap kelancaran pasokan komoditas pangan di Kota Ternate.

Menurutnya, bawang merah sangat rentan mengalami pembusukan dan penyusutan berat apabila terlalu lama tertahan di dalam kapal.

"Kalau pasokan terlambat, kebutuhan konsumen bisa terganggu dan harga bawang bisa naik signifikan," katanya.

Mas Nur meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama pihak terkait mengevaluasi proses bongkar muat di Pelabuhan Ahmad Yani.

Ia berharap persoalan serupa tidak kembali terjadi, terutama terhadap komoditas pangan yang menjadi kebutuhan masyarakat.

"Kami mengimbau semua pihak yang terkait dengan aktivitas bongkar muat di Ternate segera menyelesaikan persoalan ini. Jangan sampai keterlambatan seperti ini terus berulang karena risikonya sangat besar bagi pedagang dan masyarakat," pungkasnya.

Berita Lainnya