Gubernur Sherly Dampingi Tri Tito Urai Transformasi Besar Posyandu di Ternate
Posyandu kini tidak lagi sekadar menjadi tempat pelayanan kesehatan ibu dan anak. Perannya telah diperluas menjadi bagian penting dalam pemenuhan pelayanan dasar masyarakat.
Transformasi besar tersebut ditegaskan Ketua Umum Tim Pembina Posyandu Pusat, Tri Tito Karnavian, saat melakukan kunjungan kerja di Kelurahan Tarau, Kota Ternate, Maluku Utara, Rabu, 2 September 2026.
Dalam kunjungan itu, Tri Tito didampingi Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda bersama rombongan. Turut hadir Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Maluku Utara Ny. Rusni Sarbin, Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Ternate Ny. Marliza M. Tauhid, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Maluku Utara Ny. Darmawati Samsuddin.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), sekaligus memberikan penguatan terhadap transformasi Posyandu di tingkat masyarakat.
Di hadapan para kader dan masyarakat, Tri Tito menjelaskan perubahan fundamental yang terjadi pada Posyandu. Jika sebelumnya pelayanan Posyandu lebih dikenal dalam sektor kesehatan, kini cakupannya telah berkembang ke enam bidang pelayanan dasar.
Perubahan itu sejalan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu.
Enam bidang pelayanan dasar tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial.
“Pemerintah memiliki 32 program pelayanan, namun minimal ada enam bidang utama yang harus langsung dirasakan oleh masyarakat melalui Posyandu, yaitu pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial,” ujar Tri Tito.
Menurutnya, transformasi tersebut bukan sekadar menambah jenis kegiatan Posyandu. Lebih dari itu, Posyandu didorong menjadi simpul pelayanan dasar yang mampu mendeteksi persoalan masyarakat sejak dari tingkat paling bawah.
Karena itu, kader Posyandu memiliki tugas yang semakin strategis. Kader tidak hanya memberikan pelayanan, tetapi juga melakukan pendataan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Data tersebut selanjutnya dapat dikoordinasikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sehingga persoalan yang ditemukan di lapangan dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.
“Kehadiran saya di sini adalah simbol bahwa Posyandu sudah bertransformasi dari satu menjadi enam pelayanan. Tugas kader Posyandu kini adalah mendata dan berkolaborasi dengan OPD terkait agar setiap masalah warga mendapatkan solusi nyata,” tegasnya.
Tri Tito juga mencontohkan pelayanan di bidang perumahan rakyat. Program pembangunan maupun renovasi rumah tidak layak huni bagi masyarakat kurang mampu yang dilakukan pemerintah menjadi salah satu bentuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Dengan konsep tersebut, Posyandu diharapkan mampu menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari kesehatan, pendidikan, kondisi rumah, infrastruktur dasar, ketenteraman hingga persoalan sosial.
Rusni: Kader Jadi Kekuatan Utama
Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Maluku Utara, Ny. Rusni Sarbin, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Ketua Umum Tim Pembina Posyandu Pusat di Kota Ternate.
Menurut Rusni, kehadiran Tri Tito menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas para pembina, kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, serta organisasi mitra di Maluku Utara.
Ia berharap kunjungan tersebut dapat menjadi agenda yang berkelanjutan sehingga pembinaan Posyandu di Maluku Utara semakin terarah dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Rusni juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh kader Posyandu di Kota Ternate dan Maluku Utara yang selama ini tetap bekerja di tengah berbagai keterbatasan.
“Kader adalah kekuatan utama Posyandu. Kemajuan lembaga ini tidak hanya ditentukan oleh kebijakan anggaran atau sarana prasarana, tetapi oleh ketulusan dan konsistensi para kader di lapangan,” tegas Rusni.
Menurutnya, semakin luasnya tugas Posyandu harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas kader. Sebab, kader merupakan pihak yang paling dekat dengan masyarakat dan mengetahui persoalan warga secara langsung.
Ditutup Pemberian Vitamin dan Bantuan
Rangkaian kunjungan kemudian ditutup dengan kegiatan sosial berupa pemberian vitamin dan imunisasi secara simbolis kepada sejumlah balita serta penyerahan paket sembako kepada perwakilan masyarakat.
Pemberian vitamin dan imunisasi dilakukan kepada Margin, anak dari Ibu Nurul; Raffi, anak dari Ibu Marta; serta Asila, anak dari Ibu Yani.
Sementara paket sembako diberikan kepada sejumlah perwakilan masyarakat, yakni Alkadri, anak dari Ibu Afrisilia; Karim Buba selaku lansia; Ibu Riska yang merupakan ibu hamil; Ibu Risma sebagai ibu menyusui; serta Sagita Mawarni, penyandang disabilitas.
Prosesi penyerahan bantuan tersebut didampingi langsung Gubernur Maluku Utara, Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Maluku Utara, dan Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Ternate.
Kunjungan Ketua Umum Tim Pembina Posyandu Pusat di Ternate ini sekaligus menjadi penegasan arah baru Posyandu di Indonesia.
Dari yang sebelumnya identik dengan pelayanan kesehatan, Posyandu kini diposisikan sebagai salah satu ujung tombak pelayanan dasar masyarakat.
Transformasi itu menuntut kolaborasi yang lebih kuat antara kader, pemerintah daerah, OPD, dan masyarakat agar setiap persoalan yang ditemukan di tingkat bawah tidak berhenti pada pendataan, tetapi benar-benar mendapat solusi.