Gubernur Sherly Promosikan Produk Lokal Maluku Utara di Tjipta Foundation UMKM Fair
Gubernur Maluku Utara Sherly Laos ikut mempromosikan produk lokal daerah dalam ajang Tjipta Foundation UMKM Fair di Jakarta, Jumat, 4 September 2026.
Kehadiran Sherly di stan Wira Usaha Baru (WUB) dan Industri Kecil dan Menengah (IKM) Maluku Utara menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas akses promosi dan pasar bagi pelaku usaha lokal.
Produk-produk WUB dan IKM Maluku Utara tersebut difasilitasi Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk tampil dalam ajang yang mempertemukan pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha.
Tjipta Foundation UMKM Fair yang digelar Sinar Mas melalui Tjipta Foundation diikuti 108 pelaku UMKM dari tujuh pilar usaha Sinar Mas. Selain menjadi ruang promosi, kegiatan ini menjadi wadah bagi pelaku usaha membangun jejaring dan melihat peluang pasar yang lebih luas.
Pada hari kedua pelaksanaan, Sherly didampingi Kepala Badan Penghubung Provinsi Maluku Utara, K.R.N.S. Lestari, mengunjungi langsung stan WUB dan IKM Maluku Utara.
Sherly melihat berbagai produk khas Maluku Utara yang ditampilkan, mulai dari olahan kenari, sagu, kopi, rempah, cokelat hingga cengkeh.
Menurut Sherly, keikutsertaan pelaku usaha daerah dalam ajang seperti ini penting untuk memperkenalkan produk lokal sekaligus membuka peluang pasar di luar Maluku Utara.
“Ruang seperti ini penting bagi pelaku usaha kita. Mereka mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan produk sekaligus membangun jejaring dan melihat peluang pasar yang lebih luas,” ujar Sherly.
Ia menegaskan, Pemprov Maluku Utara akan terus mendorong pertumbuhan WUB dan IKM melalui perluasan akses promosi, jejaring dan pasar.
“Kita ingin wirausaha baru yang tumbuh di Maluku Utara dapat berkembang menjadi usaha yang kuat dan berdaya saing. Karena itu, akses promosi, jejaring dan pasar harus terus kita buka,” katanya.
Empat IKM Bawa Produk Khas Malut
Dalam kegiatan tersebut, Disperindag Maluku Utara memfasilitasi empat pelaku usaha, yakni Pakesang, Amalia Queenlove, Sulamina dan KTH Buku Manyeku.
Pakesang membawa sejumlah produk olahan seperti Aer Guraka, kopi, kenari dan sagu.
Amalia Queenlove memperkenalkan Halua Kenari, Kue Putar Mini dan Biscuit Kenari Rempah. Sementara Sulamina menghadirkan berbagai varian produk cokelat.
Adapun KTH Buku Manyeku membawa minyak cengkeh sebagai salah satu produk unggulan berbasis komoditas lokal Maluku Utara.
Kepala Disperindag Provinsi Maluku Utara, M. Ronny Saleh, mengatakan fasilitasi tersebut bukan sekadar untuk menampilkan produk di Jakarta.
Menurutnya, pelaku usaha juga perlu mendapatkan pengalaman, membangun jejaring serta memahami kebutuhan pasar.
“Yang kita dorong bukan hanya produknya tampil, tetapi pelaku usahanya juga mendapatkan pengalaman dan akses. Mereka bisa melihat kebutuhan pasar, membangun jejaring dan belajar bagaimana membawa produk lokal menjadi lebih kompetitif,” ujar Ronny.
Ia menyebut kesempatan tampil di ruang promosi berskala nasional menjadi momentum bagi WUB dan IKM untuk menguji kesiapan produk sekaligus membaca selera konsumen.
“WUB yang kita tumbuhkan harus punya kesempatan untuk berkembang. Karena itu, akses pasar menjadi salah satu hal penting yang harus terus kita buka agar mereka bisa naik kelas dan memiliki daya saing,” katanya.
Buka Jalan Produk Lokal ke Pasar Nasional
Keikutsertaan WUB dan IKM Maluku Utara dalam Tjipta Foundation UMKM Fair menjadi bagian dari kolaborasi pemerintah daerah, dunia usaha dan pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan produk lokal.
Bagi Pemprov Maluku Utara, kehadiran produk daerah di Jakarta tidak hanya sebatas mengikuti pameran, tetapi menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi komoditas lokal sekaligus membangun jaringan bisnis baru.
Produk berbasis kenari, sagu, kopi, rempah, cokelat dan cengkeh diharapkan semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Pemprov Maluku Utara pun menargetkan WUB dan IKM yang tumbuh di daerah tidak berhenti pada tahap produksi, tetapi mampu berkembang menjadi usaha yang kuat, mandiri dan berdaya saing.