Tjipta Foundation UMKM Fair Jadi Panggung Amalia Queenlove Kenalkan Olahan Kenari Maluku Utara
Produk olahan kenari asal Maluku Utara mendapat kesempatan tampil di panggung pasar nasional melalui Tjipta Foundation UMKM Fair.
Salah satu pelaku usaha yang memanfaatkan kesempatan tersebut adalah Amalia Queenlove. Sebagai Wira Usaha Baru (WUB), Amalia membawa sejumlah produk berbahan dasar kenari untuk diperkenalkan kepada masyarakat di Jakarta.
Keikutsertaan Amalia dalam ajang tersebut difasilitasi Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).
Bagi Amalia, kesempatan tampil di Jakarta bukan sekadar memamerkan produk. Ajang tersebut menjadi ruang belajar untuk mengenal karakter konsumen sekaligus memperluas jaringan dan memperkenalkan cita rasa khas Maluku Utara.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih karena sebagai wirausaha baru saya diberikan kepercayaan untuk mengikuti ajang tersebut. Produk saya bisa diperkenalkan dan ditampilkan di Jakarta,” ujar Amalia.
Olahan Kenari Jadi Andalan
Dalam Tjipta Foundation UMKM Fair, Amalia Queenlove membawa sejumlah produk olahan yang menjadikan kenari sebagai bahan utama.
Produk yang dibawa antara lain Halua Kenari, Kue Putar Mini, dan Biscuit Kenari Rempah.
Kenari yang selama ini dikenal sebagai salah satu komoditas pangan khas Maluku Utara diolah menjadi produk pangan dengan bentuk yang lebih praktis dan memiliki nilai tambah.
Bagi Amalia, pengolahan tersebut menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan bahan baku lokal melalui produk yang dapat diterima oleh konsumen dari berbagai daerah.
Keikutsertaan dalam pameran juga dimanfaatkan Amalia untuk melihat secara langsung respons konsumen terhadap produk yang dihasilkan.
Interaksi dengan pengunjung dan pelaku usaha lain memberikan pengalaman baru bagi dirinya dalam memahami selera pasar, melihat perkembangan produk, hingga mengevaluasi usaha yang sedang dibangun.
“Bagi saya, kesempatan ini sangat berarti untuk mengembangkan usaha dan memperkenalkan produk saya lebih luas. Alhamdulillah, setelah mengikuti kegiatan di Jakarta, saya kembali dipercayakan untuk mengikuti event lainnya,” katanya.
Belajar Membaca Kebutuhan Pasar
Pengalaman tampil di Jakarta membuat Amalia semakin menyadari bahwa pengembangan produk tidak hanya berkaitan dengan rasa.
Kemasan juga menjadi bagian penting untuk meningkatkan daya tarik dan daya saing produk ketika dipasarkan di luar daerah.
Saat ini, Amalia mengaku masih membutuhkan dukungan, terutama peralatan yang dapat membantu meningkatkan kualitas kemasan produknya.
“Harapan saya ke depan, sebagai pemula, saya bisa mendapatkan pendampingan dan bantuan, terutama alat-alat yang saya butuhkan untuk kemasan. Saat ini kemasan saya masih transparan. Saya berharap bisa dikembangkan agar lebih menarik dan profesional,” ujarnya.
Menurutnya, kemasan yang lebih baik akan membantu produk Amalia Queenlove tampil lebih profesional sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen.
Keinginan tersebut menjadi bagian dari proses Amalia mengembangkan usahanya agar tidak hanya mampu bertahan sebagai usaha pemula, tetapi juga dapat berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Disperindag Dorong WUB Naik Kelas
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku Utara, M. Ronny Saleh, mengatakan fasilitasi terhadap WUB dan IKM dalam berbagai ajang promosi merupakan bagian dari upaya pemerintah membuka akses pasar bagi pelaku usaha daerah.
Menurut Ronny, kesempatan tampil dalam pameran berskala nasional memberikan pengalaman langsung kepada pelaku usaha untuk melihat kondisi pasar dan membangun jejaring.
“Yang kita dorong bukan hanya produknya tampil, tetapi pelaku usahanya juga mendapatkan pengalaman dan akses. Mereka bisa melihat kebutuhan pasar, membangun jejaring dan belajar bagaimana membawa produk lokal menjadi lebih kompetitif,” ujar Ronny.
Ia mengatakan, masukan yang disampaikan pelaku usaha setelah mengikuti pameran menjadi bagian penting dalam evaluasi pembinaan WUB dan IKM.
Termasuk kebutuhan terhadap peralatan produksi, pengembangan kemasan maupun strategi pemasaran.
“Produk yang baik perlu terus dikembangkan, termasuk dari sisi kemasan dan pemasaran. Karena itu, masukan dari pelaku usaha menjadi penting agar dukungan pemerintah benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka di lapangan,” katanya.
Ronny menegaskan, pembinaan WUB harus dilakukan secara berkelanjutan. Pelaku usaha pemula tidak hanya didorong untuk memulai usaha, tetapi juga diberikan ruang untuk berkembang dan meningkatkan daya saing.
“WUB yang kita tumbuhkan harus punya kesempatan untuk berkembang. Karena itu, akses promosi, pasar, jejaring dan pembinaan harus terus kita buka agar mereka memiliki daya saing,” ujarnya.
Membawa Cita Rasa Kie Raha
Bagi Amalia, keikutsertaan dalam Tjipta Foundation UMKM Fair menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan mengembangkan Amalia Queenlove.
Kesempatan tersebut juga menjadi momentum untuk membawa produk berbahan baku lokal Maluku Utara lebih dekat dengan konsumen di luar daerah.
Amalia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Disperindag serta seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan kepada pelaku usaha pemula untuk tampil dalam ajang tersebut.
“Terima kasih banyak kepada Ibu Gubernur, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta semua pihak yang sudah memberikan kesempatan dan dukungan kepada kami sebagai pelaku usaha pemula,” kata Amalia.
Dari produk olahan kenari, Amalia Queenlove membawa cerita tentang kekayaan bahan pangan lokal Maluku Utara yang diolah melalui kreativitas pelaku usaha.
Tjipta Foundation UMKM Fair menjadi salah satu ruang bagi cerita tersebut untuk diperkenalkan kepada pasar yang lebih luas.
Bagi Amalia, perjalanan itu baru dimulai. Dengan pendampingan, akses promosi dan pengembangan usaha yang berkelanjutan, ia berharap produk olahan kenari yang dibawanya dari Maluku Utara dapat terus berkembang dan memiliki daya saing di pasar nasional.
Sebab, dari Kie Raha, produk lokal bukan hanya untuk dinikmati sendiri, tetapi juga memiliki peluang untuk dikenal lebih luas.