1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Kelapa Bido Morotai Dilirik untuk Investasi Energi Terbarukan

Oleh ,

Kelapa Bido, komoditas unggulan Pulau Morotai, mulai dilirik untuk dikembangkan sebagai bahan baku energi terbarukan, termasuk peluang Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar penerbangan berkelanjutan.

Penjajakan investasi ini dibahas dalam pertemuan awal di Aula Polres Pulau Morotai yang dipimpin Kapolres Pulau Morotai AKBP drh. Dedi Wijayanto, bersama Bupati Pulau Morotai Rusli Sibua dan sejumlah pihak terkait.

Pertemuan membahas penyediaan data potensi kelapa di Morotai sebagai bahan kajian investasi. Investor nantinya akan meneliti potensi Kelapa Bido dan Kelapa Dalam untuk pengembangan energi terbarukan.

Kapolres menyatakan dukungan melalui Mabes Polri dan Polda Maluku Utara terhadap rencana investasi tersebut, khususnya hilirisasi komoditas kelapa menjadi produk bernilai tambah.

Bupati Rusli Sibua menegaskan Pemkab Pulau Morotai pada prinsipnya mendukung investor yang ingin mengembangkan potensi daerah.

“Pemerintah daerah pada prinsipnya sangat mendukung investor yang ingin berinvestasi di Morotai, termasuk rencana investasi yang akan mengembangkan kelapa Bido menjadi produk bernilai tambah,” kata Rusli.

Menurutnya, Kelapa Bido merupakan varietas unggulan lokal Morotai yang telah memperoleh Sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum RI. Hilirisasi diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani, membuka lapangan kerja, dan memperkuat perekonomian daerah.

Kepala Dinas Pertanian Pulau Morotai Tahmid Bilo mengatakan Kelapa Bido telah tersebar di enam kecamatan. Di Ngele-Ngele Besar terdapat sekitar 800 pohon yang telah berbuah, sementara di Morodadi SP 3 sekitar 1.500 pohon dengan lebih dari 200 pohon telah berproduksi.

Adapun di Morodadi SP 1 terdapat lebih dari 200 pohon yang masih dalam tahap pertumbuhan. Kedua lokasi tersebut menjadi area uji coba untuk melihat kemampuan Kelapa Bido tumbuh di dataran tinggi.

“Hasil uji coba menunjukkan bahwa kelapa Bido dapat tumbuh dan berproduksi di dataran tinggi. Ini menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan lebih lanjut,” ujar Tahmid.

Rencana pemanfaatan Kelapa Bido untuk SAF masih berada pada tahap penelitian dan kajian. Pemerintah daerah diminta menyiapkan data terkait sebaran, produksi, dan potensi kelapa sebagai dasar pengembangan investasi.

Jika aspek teknis dan keekonomian terpenuhi, hilirisasi Kelapa Bido berpeluang membuka rantai nilai baru bagi komoditas unggulan Morotai sekaligus memperkuat sektor energi terbarukan.

Berita Lainnya