Pemerintah
Pemprov Maluku Utara Mulai Bangun Jalan Lingkar Makian, Tahap Awal Lima Kilometer
Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai merealisasikan pembangunan Jalan Lingkar Pulau Makian.
Tahap awal, ruas sepanjang lima kilometer dibangun dari Desa Sabale hingga Desa Waigitang, sebagai bagian dari upaya membuka konektivitas darat antardesa di Pulau Makian.
Pembangunan ruas tersebut menjadi tahap awal dari rencana jalan lingkar yang ditargetkan menghubungkan 15 desa di Kecamatan Pulau Makian. Selain jalan, proyek tahun ini juga mencakup pembangunan dua jembatan.
Plt. Kepala Dinas PUPR Maluku Utara, Risman Iriyanto Djafar, mengatakan pembangunan Jalan Lingkar Makian merupakan bagian dari komitmen pemerintah memenuhi kebutuhan akses masyarakat.
“Warga telah lama menanti jalan lingkar tersebut, yang menghubungkan 15 desa di Kecamatan Pulau Makian,” kata Risman seusai kunjungan kerja di Pulau Makian.
Pekerjaan dilaksanakan CV Hnedana Karya Utama dengan nilai kontrak Rp10,3 miliar. Proyek menggunakan kontrak payung dan mulai dikerjakan pada 29 Juni 2026, dengan target penyelesaian 29 Desember 2026.
Hingga September 2026, progres fisik pembangunan telah mencapai sekitar 30 persen.
Risman meminta kontraktor menjaga progres pekerjaan agar penyelesaian tidak melewati batas waktu yang telah ditetapkan.
“Kami terus mendorong pihak ketiga agar pekerjaan harus selesai tepat waktu, mengingat masyarakat sangat membutuhkan akses tersebut,” ujarnya.
Pembangunan tersebut turut ditinjau saat Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda melakukan kunjungan kerja ke Pulau Makian pada 23 September 2026. Dalam kunjungan itu, Sherly bersama Risman dan tim teknis Dinas PUPR meninjau sejumlah lokasi, termasuk Desa Dauri dan Desa Rabudaiyo.
Dilanjutkan hingga 2028
Sherly mengatakan pembangunan lima kilometer pada 2026 merupakan realisasi janji yang disampaikannya kepada masyarakat Pulau Makian saat kunjungan pada 2025.
Saat berdialog dengan warga, Sherly menyebut pembangunan ruas tersebut telah mulai dikerjakan sesuai komitmen pemerintah.
“2026, sesuai janji saya, saya ada kunjungan 2025 di sini, katanya minta jalan. 2026 sudah mulai dibangun dari sini? Dari sini ke Sabale, sekitar 5 kilo,” kata Sherly.
Pembangunan Jalan Lingkar Makian tidak berhenti pada ruas lima kilometer tahun ini. Pemprov Maluku Utara menyiapkan pembangunan secara bertahap hingga 2028.
Dalam rencana awal, pembangunan pada 2027 akan dilanjutkan dari Floli menuju Mailoa sepanjang sekitar delapan kilometer. Kemudian pada 2028, pembangunan diteruskan dari Mailoa menuju Sabale.
Namun, dalam dialog di Desa Rabudaiyo, Kepala Desa Rabudaiyo meminta pemerintah mempertimbangkan pembangunan ruas sekitar dua kilometer yang dinilai penting untuk membuka konektivitas Makian dan Makian Barat.
Usulan tersebut langsung mendapat respons Sherly. Ia meminta agar pembangunan pada 2027 diperluas sehingga ruas yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat dikerjakan lebih cepat.
“2027, 2 kilo sini, 6 kilo sana, supaya nanti berarti tahun depannya jadi 10 kilo? Oh, 10 kilo aja. 10 kilo aja 2027,” ujar Sherly, disambut tepuk tangan warga.
Dengan skema tersebut, pembangunan pada 2027 diarahkan mencapai sekitar 10 kilometer, mencakup sekitar dua kilometer di Makian Barat dan enam hingga delapan kilometer di Makian Selatan.
Selanjutnya, sekitar delapan kilometer ruas Floli menuju Mailoa direncanakan dibangun pada 2028 hingga seluruh jaringan jalan lingkar Pulau Makian dapat tersambung secara bertahap.
Bagi masyarakat Pulau Makian, keberadaan jalan lingkar tidak hanya membuka akses transportasi. Infrastruktur tersebut juga diharapkan memudahkan distribusi hasil pertanian, mempercepat akses masyarakat terhadap layanan dasar, serta mendukung aktivitas ekonomi antardesa.
Pembangunan lima kilometer yang kini berjalan menjadi tahap awal dari rencana Pemprov Maluku Utara membuka konektivitas darat Pulau Makian secara bertahap hingga 2028.








Komentar