Pembangunan

Proyek Jembatan Ake Busale Tuntas Lebih Cepat, Kini Bisa Dilalui

Jembatan Ake Busale pada ruas Saketa-Dehepodo, Halmahera Selatan. Foto: Ist

Pembangunan Jembatan Ake Busale pada ruas Saketa-Dehepodo, Halmahera Selatan, Maluku Utara, akhirnya tuntas 100 persen. Proyek senilai Rp3,3 miliar itu diselesaikan CV Wosso Mobon lebih cepat dari masa kontrak.

Jembatan yang merupakan proyek Dinas PUPR Maluku Utara tersebut kini sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Direktur CV Wosso Mobon, Reza Buang mengatakan, percepatan pekerjaan dilakukan agar akses tersebut segera dimanfaatkan masyarakat.

“Alhamdulillah sudah selesai 100 persen. Kami percepat supaya masyarakat bisa segera menggunakannya. Tetap sesuai spesifikasi teknis Dinas PUPR dan dalam pengawasan konsultan,” ujar Reza.

Berdasarkan pantauan di lokasi, pada Kamis, 1 Oktober 2026, seluruh pekerjaan jembatan telah rampung dan aksesnya mulai digunakan warga yang beraktivitas di ruas Saketa-Dehepodo.

Keberadaan Jembatan Ake Busale menjadi bagian penting dari konektivitas masyarakat Gane Barat. Jembatan tersebut menghubungkan akses antardesa sekaligus menunjang mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian serta perkebunan.

Akses ini juga memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama bagi warga yang bergantung pada jalur Saketa-Dehepodo untuk aktivitas ekonomi dan sosial.

Rampungnya pembangunan jembatan mendapat respons positif dari warga. Mereka berharap akses tersebut dapat terus mendukung kelancaran aktivitas masyarakat di wilayah Gane Barat.

“Kami sangat bersyukur jembatan sudah jadi, aktivitas jadi lancar. Terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara yang sudah peduli kepada kami masyarakat Gane Barat,” ujar salah satu warga.

Dengan selesainya proyek tersebut, masyarakat kini dapat memanfaatkan Jembatan Ake Busale sebagai akses transportasi yang lebih lancar di ruas Saketa-Dehepodo.

Penulis: Qal
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga