Agenda

Hekrafnas 2026, Gekrafs Maluku Utara Perkenalkan Kekayaan Budaya Lewat Kololi Benteng

Pose bersama saat kegiatan Kololi Benteng Gekrafs Maluku Utara. Foto: Dok Gekrafs Malut

Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (DPW Gekrafs) Maluku Utara memeriahkan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2026 melalui kegiatan Kololi Benteng yang melibatkan 50 audiens.

Kegiatan ini menjadi upaya memperkenalkan kekayaan budaya dan kearifan lokal Maluku Utara sekaligus mengangkat potensinya sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif daerah.

Koordinator Kegiatan Kololi Benteng, Andira Falestiya, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan identitas budaya Maluku Utara kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Melalui Kololi Benteng, kami ingin memperkenalkan kekayaan budaya dan kearifan lokal Maluku Utara sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya. Kami berharap kegiatan ini dapat membangun keterlibatan generasi muda dalam melestarikan budaya daerah,” kata Andira.

Menurutnya, keterlibatan 50 audiens dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun interaksi dan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap nilai sejarah serta tradisi lokal.

Andira berharap kegiatan berbasis budaya dapat terus dikembangkan sebagai ruang kreativitas yang mampu mempertemukan pelestarian tradisi dengan peluang pengembangan ekonomi kreatif.

Sementara itu, Ketua DPW Gekrafs Maluku Utara, Imran Guricci, mengatakan kekayaan budaya daerah memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif.

“Budaya dan kearifan lokal merupakan kekuatan yang dimiliki Maluku Utara. Potensi ini perlu terus diperkenalkan dan dikembangkan melalui kreativitas serta kolaborasi agar tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Imran.

Ia menilai pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya dapat membuka peluang di berbagai subsektor, seperti seni pertunjukan, kriya, fesyen, kuliner, fotografi, konten digital, hingga pariwisata berbasis budaya.

Menurut Imran, kolaborasi antara komunitas kreatif, generasi muda, pemerintah, dan pelaku usaha diperlukan agar potensi lokal dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Perayaan Hekrafnas 2026 dilaksanakan secara serentak di tujuh provinsi di Indonesia dan 17 negara. Momentum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus memperluas jejaring pelaku kreatif di tingkat nasional dan internasional.

Hari Ekonomi Kreatif Nasional diperingati setiap 24 Oktober. Gekrafs telah menginisiasi peringatan tersebut sejak 2022. Pada 18 Oktober 2023, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat itu, Sandiaga Uno, menandatangani keputusan terkait penetapan Hekrafnas.

Memasuki tahun keempat perayaannya, Hekrafnas menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi, memperkenalkan potensi daerah, serta meningkatkan daya saing ekonomi kreatif Indonesia.

Melalui Kololi Benteng, DPW Gekrafs Maluku Utara berharap kekayaan budaya daerah dapat terus dilestarikan sekaligus dikembangkan menjadi potensi kreatif yang memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Penulis: Ances
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga