DLH Ternate Akui Pengangkutan Sampah Belum Maksimal, Layanan Terus Dibenahi

Sampah menumpuk di sekitar TPS Kelurahan Dufa-Dufa Ternate. Foto: Fadli Haris

Keluhan warga di sejumlah kelurahan terkait penanganan sampah yang dinilai belum optimal mendapat respons dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate.

Instansi teknis tersebut mengakui bahwa layanan pengangkutan sampah belum berjalan maksimal, namun memastikan terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kebersihan.

Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Ternate, Asmal, mengatakan pihaknya mengapresiasi perhatian masyarakat dan insan pers terhadap persoalan sampah yang terjadi di sejumlah titik di Kota Ternate.

“Kami berterima kasih atas empati dan perhatian teman-teman wartawan terhadap persoalan sampah di Kota Ternate. DLH terus berupaya meningkatkan pelayanan, terutama di titik-titik yang selama ini masih belum maksimal,” kata Asmal kepada halmaherapost.com, Senin, 2 Februari 2026.

Ia menjelaskan, saat ini DLH mengoperasikan sebanyak 13 armada dump truck, enam unit mobil L-300, serta enam unit dumper placer untuk melayani pengangkutan sampah, khususnya di kawasan jalan protokol.

Sementara untuk wilayah permukiman, terutama lorong-lorong, pengangkutan sampah umumnya dilakukan pada siang hingga sore hari.

“Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan Kota Ternate, kami tetap mengupayakan pelayanan sampai ke lorong-lorong. Kalaupun terjadi keterlambatan, biasanya tidak lebih dari tiga sampai empat hari,” ujarnya.

Terkait retribusi sampah, Asmal menegaskan bahwa pungutan resmi telah terintegrasi dalam pembayaran rekening air PDAM sebesar Rp10 ribu per bulan. Ia memastikan tidak ada pungutan tambahan yang dilakukan langsung oleh DLH di lapangan.

“Kalau ada penagihan di lapangan menggunakan kendaraan Viar, itu biasanya merupakan pengelolaan di tingkat kelurahan. Petugas kebersihan di masing-masing kelurahan berada di bawah koordinasi camat dan lurah, bukan langsung di bawah DLH,” tegasnya.

Asmal juga menjelaskan bahwa penyediaan bak penampungan sampah menjadi kewenangan pemerintah kelurahan. Sementara DLH Kota Ternate lebih fokus pada pelayanan pengangkutan sampah di jalan protokol, pasar, pelabuhan, serta jalur poros utama kota.

Ia berharap masyarakat dapat segera melaporkan jika menemukan persoalan sampah di wilayah kelurahan agar dapat dikoordinasikan dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan setempat.

“Silakan dikoordinasikan ke DLH, nanti kami teruskan ke camat dan lurah agar pelayanan sampah tetap berjalan dan kebersihan Kota Ternate bisa terjaga,” katanya.

Di akhir keterangannya, Asmal juga mengakui adanya kendala teknis pada sejumlah armada pengangkut sampah akibat usia kendaraan yang sudah tua.

“Saat ini ada tiga unit kendaraan yang bermasalah karena faktor usia, yakni dua dump truck dan satu mobil L-300,” tutupnya.

Penulis: Ris
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga