Dinkes Maluku Utara Prioritaskan Revitalisasi RS dan Penurunan Stunting

Kepala Dinas Kesehatan Maluku Utara, dr. Julys Giscard Kroons. Foto: ist

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Maluku Utara menetapkan dua fokus utama dalam pelaksanaan program kesehatan tahun 2026, yakni revitalisasi fasilitas rumah sakit serta percepatan penurunan angka stunting di daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Maluku Utara, dr. Julys Giscard Kroons, mengatakan pihaknya terus memaksimalkan pemanfaatan anggaran tahun berjalan untuk memperkuat layanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah provinsi.

Menurut dia, sejumlah fasilitas kesehatan yang menjadi prioritas layanan berada di bawah pengelolaan Dinkes, yaitu RSUD Chasan Boesoirie, RSU Sofifi, serta Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Maluku Utara.

“Fokus kita tetap pada penguatan layanan rumah sakit yang ada di bawah naungan Dinas Kesehatan,” ujar Julys.

Selain penguatan layanan rumah sakit, Dinkes Maluku Utara juga menaruh perhatian serius terhadap program percepatan penurunan stunting. Program ini dinilai penting karena masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat di daerah.

Upaya penanganan stunting dilakukan melalui penguatan intervensi gizi, peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, serta kolaborasi lintas sektor di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

Julys menjelaskan, sebagian besar kegiatan Dinkes juga diarahkan pada peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di daerah. Hal ini sejalan dengan pembagian kewenangan layanan kesehatan dasar yang banyak dilaksanakan melalui puskesmas di kabupaten/kota.

“Kami lebih banyak memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di kabupaten/kota karena pelayanan dasar ada di puskesmas yang menjadi kewenangan pemerintah daerah,” katanya.

Di sisi lain, Dinkes Maluku Utara saat ini juga tengah melaksanakan program revitalisasi RSUD Chasan Boesoirie. Proyek tersebut masih berada pada tahap proses tender.

Revitalisasi ini mencakup perluasan Instalasi Gawat Darurat (IGD) serta pembenahan ruang hemodialisa atau layanan cuci darah, guna meningkatkan kualitas dan kenyamanan pelayanan bagi masyarakat.

Julys menambahkan, meski anggaran yang tersedia masih dapat menopang kebutuhan program kesehatan, pihaknya berharap dukungan anggaran sektor kesehatan ke depan dapat terus ditingkatkan.

“Kalau bisa ditambah tentu lebih baik, karena kebutuhan layanan kesehatan masih sangat besar,” pungkasnya.

Penulis: Qal
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga