BI Gandeng PKK dan Posyandu, Dorong Warga Ternate Aman Bertransaksi Digital
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Maluku Utara kembali menggelar sosialisasi dan edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah di Kota Ternate.
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Benteng Oranje, Ternate, Rabu, 9 September 2026, kali ini menitikberatkan pada penguatan digitalisasi sistem pembayaran serta keamanan masyarakat dalam melakukan transaksi digital.
Agenda tersebut merupakan kolaborasi Bank Indonesia bersama Persatuan Istri Pegawai Bank Indonesia (PIPBI), Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kota Ternate, kader Posyandu, serta Komunitas GAMALAMA (Gerakan Mama-Mama Peduli dan Cinta Rupiah).
Kegiatan dihadiri Ketua TP-PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Ternate, Ny. Hj. Marliza M. Tauhid, Deputi Bank Indonesia, Ketua dan pengurus PIPBI, serta kader Posyandu dan TP-PKK dari tiga kelurahan di Kecamatan Ternate Tengah, yakni Makassar Timur, Makassar Barat dan Kalumpang.
Selain mendapatkan edukasi CBP Rupiah, para peserta dibekali pemahaman mengenai digitalisasi sistem pembayaran dan cara aman bertransaksi di ruang digital.
Materi tersebut mencakup pentingnya menjaga keamanan data pribadi, mengenali potensi penipuan digital, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan siber yang dapat merugikan masyarakat.
Dalam kegiatan yang sama, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Pemanfaatan DTSEN dinilai penting untuk mendukung penyaluran bantuan sosial (bansos) agar lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi masyarakat yang membutuhkan.
Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Ternate, Marliza M. Tauhid, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang dibangun Bank Indonesia, PIPBI, TP-PKK, kader Posyandu dan Komunitas GAMALAMA.
Menurut Marliza, kolaborasi lintas elemen tersebut menjadi langkah penting dalam memperluas literasi keuangan digital hingga ke tingkat keluarga.
“Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk meningkatkan literasi keuangan digital masyarakat, khususnya di tingkat keluarga dan kader Posyandu,” ujar Marliza.
Ia mengatakan, pemahaman masyarakat mengenai keamanan transaksi digital perlu terus diperkuat seiring meningkatnya penggunaan layanan pembayaran digital.
Marliza mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi serta tidak mudah memberikan data pribadi maupun informasi penting kepada pihak yang tidak bertanggung jawab.
Selain literasi digital, ia menilai pemahaman mengenai DTSEN juga penting bagi kader Posyandu dan masyarakat. Data tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan berbagai program sosial pemerintah sehingga bantuan yang diberikan benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.
Melalui kolaborasi tersebut, edukasi CBP Rupiah diharapkan tidak hanya meningkatkan kecintaan dan pemahaman masyarakat terhadap Rupiah, tetapi juga mendorong terbentuknya masyarakat yang semakin cakap, aman, dan bijak dalam menggunakan layanan pembayaran digital.








Komentar