Peristiwa
Gudang Eks Sail Dibobol, Sejumlah Aset Dispar Morotai Dilaporkan Hilang
Gudang penyimpanan aset Dinas Pariwisata Pulau Morotai di kawasan eks Sail Morotai, Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan, diduga dibobol. Sejumlah perlengkapan panggung dan papan selancar dilaporkan hilang.
Dugaan kehilangan itu diketahui staf Dispar saat melakukan pengecekan gudang pada Jumat, 25 September 2026. Saat tiba di lokasi, mereka mendapati kaca pintu gudang telah pecah dan kondisi di dalam ruangan berantakan.
Sejumlah aset yang diduga hilang di antaranya puluhan batang besi yang merupakan bagian dari perlengkapan panggung, sekitar 10 papan selancar, serta sejumlah peralatan pendukung lainnya.
Dugaan kehilangan bermula setelah staf Dispar menemukan empat batang besi di sekitar kawasan Museum Perang Dunia II yang berada tidak jauh dari gudang.
Temuan tersebut kemudian membuat staf memeriksa gudang penyimpanan. Saat tiba, mereka mendapati pintu kaca gudang sudah dalam kondisi pecah.
“Jadi sebelum ke gudang, teman-teman sudah menemukan empat buah tiang besi di samping Museum Perang Dunia II. Setelah teman-teman ke gudang, ternyata kaca pintunya sudah pecah,” ungkap salah satu staf Dispar.
Pemeriksaan di dalam gudang menunjukkan sejumlah peralatan sudah tidak berada di tempatnya. Kondisi ruangan juga terlihat berantakan sehingga muncul dugaan telah terjadi pencurian.
Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Pulau Morotai, Muksin Soleman, membenarkan sebagian aset milik Dispar memang disimpan di kawasan eks Sail Morotai.
Menurut Muksin, saat staf melakukan pengecekan, tiga anak ditemukan berada di lokasi. Ketiganya kemudian diamankan dan dilaporkan kepada pihak kepolisian.
“Pas staf datang ke sana, rencananya mau kasih pindah barang-barang. Kebetulan ada tiga orang anak ditemukan di lokasi dan ditangkap, kemudian sudah diadukan ke polisi. Ternyata sejumlah besi yang dibawa oleh anak-anak itu dijual di tempat pembeli besi bekas,” kata Muksin.
Namun, Muksin menyebut masih terdapat sejumlah aset yang belum ditemukan. Pihaknya juga menduga barang-barang tersebut tidak seluruhnya diambil oleh pelaku yang sama.
Karena itu, Dispar menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada kepolisian untuk ditelusuri lebih lanjut, termasuk mengungkap keberadaan aset yang masih hilang.
Meski terjadi dugaan kehilangan, Muksin memastikan kondisi tersebut tidak mengganggu persiapan Morotai Festival 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 26–29 Oktober.
Menurutnya, barang yang diduga hilang merupakan material yang tidak digunakan dalam pelaksanaan festival. Sementara perlengkapan yang akan digunakan dalam kegiatan tersebut belum sempat diambil.
“Yang dicuri ini bahan yang memang tidak digunakan dalam pelaksanaan festival, jadi tidak berpengaruh pada kegiatan nanti,” jelasnya.
Atas kejadian tersebut, Dinas Pariwisata Kabupaten Pulau Morotai telah melaporkan dugaan kehilangan aset kepada pihak kepolisian.
“Kita sudah buat laporan ke polisi, dan akan diselidiki oleh polisi,” pungkas Muksin.








Komentar