HUT
Das’ad Latif Ingatkan Bahaya Fitnah dan Putus Silaturahmi di Tabligh Akbar Maluku Utara
Ustaz Das’ad Latif mengingatkan umat Islam agar menjauhi fitnah, kezaliman, dan tindakan memutus silaturahmi karena dapat menghapus pahala kebaikan di akhirat.
Pesan itu disampaikan dalam Tabligh Akbar memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Provinsi Maluku Utara di Alun-Alun Sofifi, Minggu, 11 Oktober 2026 malam.
Ratusan jamaah memadati Alun-Alun Sofifi untuk mengikuti tausiah dai kondang asal Sulawesi Selatan tersebut. Kegiatan itu dirangkaikan dengan zikir dan doa bersama yang dipimpin imam besar Masjid Raya Shafful Khairaat.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak selepas salat Magrib. Jamaah dari berbagai wilayah di Maluku Utara berdatangan untuk mendengarkan langsung tausiah Das’ad Latif.
Dalam tausiahnya, akademisi Universitas Hasanuddin itu menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan sebagai nikmat besar yang patut disyukuri.
Menurutnya, kondisi daerah yang aman dan damai memungkinkan masyarakat menjalankan aktivitas ekonomi, bekerja, dan mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Kita patut bersyukur karena Maluku Utara hidup dalam keadaan damai. Dengan itu kita bisa berdagang, bisa bekerja, bisa mencari nafkah untuk keluarga. Kalau tidak aman, semua itu sulit dilakukan,” kata Das’ad.
Ia juga mengingatkan umat Islam agar tidak hanya tekun menjalankan ibadah, tetapi turut menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.
Das’ad mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang orang yang bangkrut di akhirat. Orang tersebut digambarkan memiliki banyak pahala salat dan puasa, tetapi semasa hidup gemar memfitnah, menzalimi orang lain, dan memutus silaturahmi.
“Orang yang bangkrut bukan hanya yang tidak punya harta, tetapi orang yang datang dengan banyak pahala salat dan puasa, namun di dunia ia suka memfitnah, menzalimi, dan memutuskan silaturahmi. Akhirnya pahalanya habis untuk membayar kesalahan kepada orang lain,” jelasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kualitas ibadah perlu berjalan seiring dengan akhlak dan perilaku baik dalam kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, mengapresiasi panitia dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan tersebut. Ia berharap tausiah yang disampaikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sherly menyebut Maluku Utara sebagai rumah besar bagi sekitar 1,4 juta penduduk yang membutuhkan pembangunan berkelanjutan di berbagai sektor.
Ia memaparkan sejumlah fondasi pembangunan daerah, mulai dari pendidikan gratis untuk SMA, SMK, dan SLB, peningkatan layanan kesehatan melalui Universal Health Coverage (UHC) prioritas, hingga penguatan infrastruktur untuk mendukung ekonomi kerakyatan.
“Mari kita semua di usia Maluku Utara ke-27 ini, mengajak bersama-sama membangun rumah besar ini menjadi lebih baik dan lebih kuat lagi,” kata Sherly.
Ia juga berharap momentum HUT ke-27 menjadi kesempatan untuk memperkuat persaudaraan, menumbuhkan kasih sayang, dan saling memaafkan demi kemajuan Maluku Utara.
“Sesuai dengan tema HUT tahun ini, saya bersama Pak Sarbin memastikan bahwa pembangunan harus terasa, terasa bagi ibu-ibu, terasa bagi petani, nelayan, dan terasa bagi anak-anak kita,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap Tabligh Akbar tidak berhenti sebagai agenda seremonial peringatan hari jadi daerah. Nilai keimanan, ilmu, dan akhlak diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus memperkuat kerukunan dan persatuan masyarakat.









Komentar