Pemerintah

Sekda Rizal di Tablig Hari Santri, Ingatkan Pentingnya Akhlak dan Karakter Generasi Muda

Sekda Ternate, Rizal Marsaoly. Foto: Humas Pemkot Ternate

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, mengingatkan pentingnya penguatan akhlak, karakter, dan semangat kebangsaan dalam membangun generasi muda yang berkualitas di tengah tantangan perkembangan zaman.

Hal tersebut disampaikan Rizal saat menjadi pembicara pada Tablig Peringatan Hari Santri 2026 yang diselenggarakan DPW Hidayatullah di Masjid Raya Almunawwar Ternate, Minggu, 25 Oktober 2026.

Rizal mengatakan, kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga harus berlandaskan akhlak mulia dan rasa tanggung jawab.

Menurutnya, generasi muda saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari derasnya arus informasi, perubahan sosial, maraknya perundungan, hingga menurunnya kepedulian terhadap sesama.

“Oleh karena itu, santri dan pelajar merupakan bagian penting dari penerus bangsa yang tidak hanya berilmu dan beradab, tetapi juga memiliki kecintaan mendalam terhadap tanah air,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Rizal menguraikan tiga nilai utama yang perlu ditanamkan secara berkesinambungan, yakni akhlak mulia, pembentukan karakter, dan cinta tanah air.

Akhlak mulia diwujudkan melalui sikap jujur, santun, amanah, menghormati orang tua dan guru, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama.

Sementara itu, pembentukan karakter dilakukan dengan menanamkan kedisiplinan, kemandirian, ketangguhan, dan tanggung jawab, serta membiasakan diri melakukan kebaikan secara konsisten.

Adapun cinta tanah air harus tercermin melalui sikap menghargai perbedaan, menjaga persatuan, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

“Ilmu memberikan kemampuan, tetapi akhlak dan karakterlah yang menuntun penggunaan ilmu,” tegasnya.

Rizal menjelaskan, Pemerintah Kota Ternate berkomitmen mengambil peran strategis melalui penyusunan kebijakan dan program yang mendukung pendidikan karakter serta penguatan kehidupan keagamaan.

Pemkot juga memfasilitasi kolaborasi antara pesantren, sekolah, keluarga, tokoh agama, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan karakter generasi muda.

Selain itu, pemerintah mendukung kegiatan kepemudaan, literasi digital, pelestarian budaya lokal, gotong royong, serta berbagai kegiatan yang meningkatkan kepedulian sosial.

Menurut Rizal, komitmen tersebut harus diikuti dengan keteladanan dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang jujur, adil, disiplin, dan bertanggung jawab.

Ia menegaskan, pembangunan generasi berkarakter tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Sinergi antara ulama, pesantren, pemerintah, pendidik, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan tujuan tersebut.

Ulama dan pesantren berperan menanamkan nilai-nilai agama, adab, keteladanan, serta kepedulian sosial. Pemerintah bertugas menyusun kebijakan, menyediakan fasilitas, dan memastikan keberlanjutan program.

Sementara itu, pendidik dan sekolah berperan mengembangkan ilmu pengetahuan, kedisiplinan, nalar kritis, serta kebiasaan positif. Keluarga menjadi lingkungan pertama dan utama dalam membentuk akhlak serta rasa tanggung jawab anak.

Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, toleran, penuh kepedulian, dan menjunjung tinggi semangat gotong royong.

Untuk mewujudkan generasi muda yang berkarakter, Rizal mengajak masyarakat membiasakan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengucapkan salam, bersikap sopan, disiplin waktu, jujur, dan bertanggung jawab.

Kegiatan keagamaan, literasi, olahraga, seni, dan pengabdian sosial juga perlu terus dihidupkan. Di sisi lain, penggunaan media digital harus dilakukan secara bijak dengan menyaring informasi, menghindari ujaran kebencian, serta mencegah perundungan.

Rizal berharap, santri mampu menjaga tradisi keilmuan dan akhlak sekaligus terbuka terhadap perkembangan zaman. Santri juga diharapkan menjadi jembatan persaudaraan yang menghormati perbedaan dan menjaga persatuan bangsa.

“Generasi berakhlak mulia adalah investasi terbaik bagi masa depan bangsa,” pungkasnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat sinergi dalam membangun generasi muda, dimulai dari diri sendiri, lingkungan keluarga, hingga kehidupan bermasyarakat.

Penulis: Qal
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga