Industri
Cerita Suhendra, Pelaku UMKM Lokal yang Berkembang Pesat Bersama IWIP
Kehadiran kawasan industri Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) membuka peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Maluku Utara untuk mengembangkan usaha, memperluas pasar, hingga menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
Peluang tersebut dirasakan Suhendra, pemilik CV Satu Tiga Berjaya. Berawal dari usaha perorangan dengan menjual ayam beku (frozen food), kini ia menjadi mitra IWIP yang memasok berbagai kebutuhan pangan, mulai dari makanan beku, daging, hingga hasil laut (seafood) untuk kebutuhan kawasan industri.
"Tahun 2021, saat IWIP sedang membutuhkan pemasok bahan pangan untuk operasional kawasan, saya mendapat kesempatan untuk menawarkan produk yang kami miliki. Dari situlah kemudian saya mendirikan CV Satu Tiga Berjaya dan menjadi mitra industri,” ujar Suhendra seperti keterangan resmi yang diterima halmaherapost.com, Senin, 19 Oktober 2026.
Kesempatan tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan usahanya. Sebelumnya, pada 2018, Suhendra kembali merintis bisnis dari skala kecil setelah usaha yang dijalankannya mengalami kebangkrutan.
Perlahan, ia membangun kembali usahanya dengan menyesuaikan kebutuhan pasar, menjaga kualitas produk, serta meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Upaya tersebut kemudian membawanya menjadi bagian dari rantai pasok kawasan industri IWIP.
Saat ini, CV Satu Tiga Berjaya memasok kebutuhan pangan ke IWIP sekitar lima hingga enam kali dalam sepekan. Setiap pengiriman menggunakan dua hingga tiga mobil dengan kapasitas masing-masing empat hingga lima ton.
Perkembangan usaha tersebut juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja. CV Satu Tiga Berjaya kini mempekerjakan 34 orang yang berasal dari sejumlah wilayah di Maluku Utara, antara lain Ternate, Sanana, Jailolo, Makean, Weda, dan beberapa desa lainnya.
Selain mengembangkan bisnisnya sendiri, Suhendra juga berupaya menjajaki kerja sama dengan pelaku usaha dari berbagai desa di Maluku Utara. Ia berharap peluang kemitraan di kawasan industri dapat membuka ruang lebih luas bagi UMKM lokal untuk tumbuh bersama.
“Harapan saya, ke depan semakin banyak UMKM dan mitra usaha lainnya yang mendapatkan kesempatan untuk berkembang dan saling mendukung,” katanya.
Kisah Suhendra menjadi salah satu gambaran keterlibatan UMKM lokal dalam memenuhi kebutuhan industri. Pada kuartal II 2026, realisasi belanja IWIP kepada UMKM mencapai Rp1,1 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 77,6 persen direalisasikan di wilayah Maluku Utara.
Besarnya nilai belanja tersebut menunjukkan adanya peluang pasar bagi pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam rantai pasok industri. Melalui kemitraan, UMKM memiliki kesempatan memperluas jangkauan usaha sekaligus meningkatkan kapasitas untuk memenuhi kebutuhan pasar.
General Manager External Relations IWIP, Yudhi Santoso, mengatakan pertumbuhan kawasan industri perlu berjalan beriringan dengan perkembangan ekosistem UMKM lokal di Maluku Utara.
“Industri tidak berdiri sendiri. Di dalamnya ada banyak kebutuhan dan peluang yang dapat melibatkan pelaku usaha lokal. Kami ingin keterlibatan UMKM lokal terus berkembang sehingga manfaat dari aktivitas industri dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat di Maluku Utara,” ujar Yudhi.
Sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan dan kontribusinya dalam mendukung aktivitas kawasan industri, CV Satu Tiga Berjaya menerima penghargaan Best Local Community Impact Award dari IWIP pada 1 September 2026.
Penghargaan tersebut diberikan dalam kegiatan Diseminasi Kebijakan Kemitraan Usaha Nasional dalam rangka Penanaman Modal. Apresiasi ini menjadi bentuk pengakuan terhadap kontribusi mitra usaha lokal dalam mendukung aktivitas kawasan industri.
Bagi Suhendra, kesempatan menjadi mitra IWIP memberikan ruang bagi usahanya untuk berkembang, memperluas jaringan, dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat Maluku Utara.
IWIP berharap semakin banyak UMKM lokal yang dapat memanfaatkan peluang kemitraan untuk memperluas pasar, meningkatkan kapasitas usaha, dan mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi daerah.










Komentar