Pemerintah
Sekda Rizal Minta Sabo Dam Diperluas, Lindungi Warga dari Ancaman Sedimen
Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, meminta pembangunan Sabo Dam atau bangunan pengendali sedimen diperluas ke titik-titik rawan bencana lainnya di Kota Ternate.
Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi ancaman material vulkanik, batuan, dan sedimen yang terbawa aliran air hujan menuju permukiman warga.
Saat ini, pembangunan Sabo Dam tengah dikerjakan di Kelurahan Sasa dan Kelurahan Jambula oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara.
Rizal menyampaikan apresiasi kepada BWS Maluku Utara, Kementerian PU, anggota DPR RI Irene Yusiana Roba, serta seluruh pihak yang telah merespons kebutuhan masyarakat dalam upaya mitigasi bencana.
“Memang kita tidak pernah menyangka kapan musibah itu tiba. Namun, dengan adanya Sabo Dam ini, semoga bisa menjadi salah satu langkah antisipasi dari pihak-pihak terkait untuk melindungi warga,” ujar Rizal, Senin, 26 Oktober 2026.
Menurutnya, bencana alam tidak dapat diprediksi secara pasti. Karena itu, langkah antisipasi melalui pembangunan infrastruktur pengendali sedimen menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko bencana, terutama bagi masyarakat yang bermukim di kawasan rawan.
Rizal berharap, Sabo Dam mampu menahan material batuan dan sedimen yang terbawa aliran air dari kawasan pegunungan ketika hujan deras mengguyur. Dengan begitu, potensi ancaman terhadap permukiman warga di Kelurahan Gambesi, Jambula, dan Kastela dapat diminimalkan.
Dia juga berharap pembangunan Sabo Dam di Sasa dan Jambula dapat segera diselesaikan sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat.
“Semoga saja pembangunan Sabo Dam ini cepat selesai, sehingga apa yang kita harapkan bisa tercapai. Kami juga berharap titik lain yang dianggap rawan dari ancaman material sedimen bisa dibangun Sabo Dam juga,” katanya.
Rizal kembali menyampaikan terima kasih kepada BWS Maluku Utara yang dinilai tanggap dalam merespons kebutuhan masyarakat Kota Ternate, khususnya terkait upaya perlindungan warga dari ancaman material sedimen.










Komentar