Fasilitas
Dukung Ekowisata Pulo Tareba, Gubernur ke Kadishut: Segera Koordinasi Hadirkan Listrik hingga Internet
Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, meminta Kepala Dinas Kehutanan berkoordinasi dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT PLN untuk menghadirkan jaringan listrik hingga internet di kawasan ekowisata Pulo Tareba, Kelurahan Takome, Kota Ternate.
Permintaan tersebut disampaikan Sherly saat menyambut kunjungan Wakil Menteri Kehutanan dan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronika, di Pulo Tareba.
Sherly mengatakan, Pulo Tareba memiliki potensi wisata alam yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Namun, pengembangan kawasan tersebut masih membutuhkan pembenahan fasilitas dasar, termasuk jaringan telekomunikasi, listrik, air bersih, dan kamar mandi.
“Pulo Tareba ini ekowisata, hanya memang ternyata sinyalnya belum bagus. Pak Kadis Kehutanan, untuk berkoordinasi dengan Dinas ESDM dan PLN supaya listrik dan sinyal Telkomsel segera didatangkan di sini,” kata Sherly.
Selain persoalan listrik dan jaringan internet, Sherly menyebut ketersediaan air bersih dan kamar mandi juga menjadi kendala yang perlu ditangani. Untuk itu, peninjauan lanjutan direncanakan bersama Kementerian Pekerjaan Umum melalui balai sumber daya air dan Dinas Pekerjaan Umum.
“Tadi kan habis survei. Nanti kalau habis survei dengan Kementerian PU, Balai SDA dan Dinas PU survei di sini juga, katanya kendalanya air dan kamar mandi,” ujarnya.
Menurut Sherly, pengembangan ekowisata dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat dalam waktu relatif singkat jika dikelola dengan baik. Hal ini dapat melengkapi manfaat ekonomi dari program perhutanan sosial, yang hasil tanamannya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dipanen.
“Karena untuk menikmati hasil dari pohon yang ditanam sekarang itu lima tahun lagi. Tapi ekowisata jika dikelola dengan baik, dalam hitungan bulan itu sudah bisa dinikmati duitnya,” ungkapnya.
Ia menilai, keindahan alam Pulo Tareba menjadi modal penting untuk menarik wisatawan. Kawasan ini memiliki panorama matahari terbenam dan pemandangan laut yang kerap dinikmati pengunjung, termasuk anak muda yang berkemah.
“Pulo Tareba ini sudah diketahui orang sebenarnya. Kalau tidak ada asap, sunset-nya itu cantik sekali, view-nya cantik sekali, dan biasanya anak-anak muda suka bikin camping di sini,” tutur Sherly.
Meski demikian, ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk menunjang pengembangan kawasan tersebut, terutama terkait fasilitas umum dan infrastruktur dasar.
Sherly berharap dukungan pemerintah pusat dan koordinasi lintas instansi dapat mempercepat pengembangan Pulo Tareba sebagai destinasi ekowisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Pada kesempatan itu, Sherly juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah memilih Maluku Utara sebagai lokasi percontohan atau pilot project pengembangan perhutanan sosial inklusif.
“Saya mewakili masyarakat Maluku Utara, terima kasih karena telah memilih Maluku Utara sebagai pilot project,” tutupnya.










Komentar