Pemerintah
HUT Halmahera Tengah, Sarbin Ingatkan Pentingnya Keselarasan Program Pembangunan
Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, mengingatkan pentingnya keselarasan program pembangunan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten agar pertumbuhan ekonomi dan investasi dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Sarbin saat menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36 Kabupaten Halmahera Tengah di Pendopo Falcino, Kota Weda, Sabtu (31/10/2026). Sarbin hadir mewakili Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos.
Menurut Sarbin, momentum peringatan hari jadi daerah harus menjadi ruang evaluasi terhadap capaian pembangunan sekaligus memperkuat sinergi antarpemerintahan.
"Kesatuan visi dan langkah antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten sangat penting. Program pembangunan harus berjalan selaras sehingga setiap kebijakan yang dilaksanakan dapat saling mendukung dan memberikan manfaat bagi masyarakat," menjadi pesan yang ditekankan dalam momentum tersebut.
Ia juga menilai, Maluku Utara memiliki potensi sumber daya alam dan investasi yang besar. Namun, potensi tersebut harus diikuti pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
"Pertumbuhan ekonomi dan investasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan sumber daya manusia, penciptaan lapangan kerja, serta pembangunan infrastruktur dasar," demikian arah pembangunan yang menjadi perhatian pemerintah provinsi.
Dalam upacara tersebut, Bupati Halmahera Tengah, Ikram M. Sangadji, bertindak sebagai inspektur upacara. Ia memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah selama beberapa tahun terakhir, mulai dari penurunan angka kemiskinan, peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), bantuan pendidikan, pembangunan rumah layak huni, hingga infrastruktur dan pelayanan kesehatan.
Di sektor pengentasan kemiskinan, Ikram menyampaikan angka kemiskinan Halmahera Tengah turun dari 12 persen pada 2022 menjadi 8,77 persen pada 2026. Penurunan tersebut mencapai 3,23 poin persentase dalam kurun waktu empat tahun.
Sementara di sektor pendidikan, pemerintah daerah mencatat sebanyak 5.119 penerima beasiswa sejak 2023 hingga Agustus 2026. Total anggaran yang dialokasikan mencapai sekitar Rp66,56 miliar.
Program beasiswa tersebut diarahkan untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda agar keterbatasan ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang memperoleh pendidikan.
Dari sisi keuangan daerah, realisasi pendapatan Kabupaten Halmahera Tengah pada 2025 tercatat sekitar Rp2,091 triliun, dengan PAD mencapai Rp395,72 miliar.
Hingga 29 Oktober 2026, realisasi pendapatan daerah tercatat sekitar Rp1,184 triliun. Sementara PAD mencapai Rp480,35 miliar atau 102,15 persen dari target tahun berjalan.
Pada sektor perumahan, pembangunan dan peningkatan kualitas rumah pada 2025 mencapai 621 unit. Sedangkan pada 2026 tercatat 344 unit, ditambah pembangunan 30 unit dapur.
Jika diakumulasikan dengan program sejak 2023, ketika Ikram menjabat sebagai Penjabat Bupati, pembangunan rumah layak huni dan rehabilitasi rumah tidak layak huni diperkirakan mencapai sekitar 3.000 unit melalui program perangkat daerah maupun pemerintah desa.
Di bidang kesehatan, program pemeriksaan kesehatan gratis telah menjangkau lebih dari 48.000 orang hingga Oktober 2026.
Adapun infrastruktur jalan, total jaringan jalan daerah pada 2025–2026 tercatat sepanjang 802,375 kilometer. Dari jumlah tersebut, sekitar 509,33 kilometer berada dalam kondisi baik atau telah beraspal hotmix. Sementara 293,04 kilometer lainnya masih membutuhkan penanganan.
Untuk memperluas akses air bersih, pemerintah daerah juga mengembangkan kerja sama dengan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).
Melalui kolaborasi tersebut, WTP Weda memiliki kapasitas produksi 15.000 meter kubik per hari, sedangkan WTP Lelilef mencapai 7.000 meter kubik per hari.
Di sektor ketenagakerjaan, Pemkab Halmahera Tengah membuka 1.989 lowongan pekerjaan melalui kegiatan Job Fair. Namun, jumlah masyarakat yang berminat dilaporkan mencapai lebih dari 4.000 pencari kerja.
Tingginya jumlah pencari kerja tersebut memperlihatkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap akses pekerjaan di tengah perkembangan investasi dan industri di Halmahera Tengah.
Peningkatan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja lokal menjadi agenda penting agar masyarakat setempat dapat mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi daerah.
Berbagai capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan 36 tahun Kabupaten Halmahera Tengah. Namun, peningkatan kapasitas fiskal, pembangunan infrastruktur, dan pertumbuhan investasi perlu terus diarahkan pada program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Karena itu, keselarasan perencanaan dan kebijakan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten perlu terus diperkuat. Dengan kolaborasi yang terintegrasi, kemajuan Halmahera Tengah diharapkan turut mempercepat pembangunan Maluku Utara sekaligus memperluas pemerataan kesejahteraan masyarakat.










Komentar