Transportasi Laut

Uji coba ke Gita Berhasil, Warga Minta Jadwal Ferry Tiga Kali Seminggu

Antusias warga menyambut uji coba perdana Ferry KMP Kerapu, di Pelabuhan Gita, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, Sabtu 4 Januari 2020 || Foto : Bur/Hpost

Ternate, Hpost - Uji coba lintas dan sandar kapal Ferry KMP Kerapu rute Ternate-Gita, Kecamatan Oba Kota Tidore Kepulauan berjalan lancar. Warga yang menyambut dengan antusias uji coba itu meminta kepada ASDP Cabang Ternate untuk menambah jadwal Ferry menjadi tiga kali dalam seminggu.

Ferry KMP Kerapu mulai bertolak dari Ternate pukul 08:00 dan berlabuh-sandar di Pelabuhan Gita, Oba Pukul 12:00 WIT, atau kurang lebih 4 jam perjalanan.

Uji coba sandar perdana Ferry KMP Kerapu berjalan dengan sukses itu dikawal langsung oleh Marsadik, selaku Manager Usaha ASDP Indonesia (Persero) Cabang Kota Ternate dan Yanuar salah tim Balai Pengelola Transpotasi Darat.

Ferry KMP Kerapu, berhasil sandar perdana di Pelabuhan Gita, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, Sabtu 4 Januari 2020 || Foto : Bur/Hpost

Dalam uji coba itu, Ferry Kerapu mengangkut 46 penumpang, 12 kendaraan roda 2, dan satu unit mobil. Kedatangan perdana Ferry disambut meriah oleh warga desa Gita, Kecamatan Oba Kota Tidore Kepulauan.

Puluhan warga desa oba menyambut kedatangan Ferry di pelabuhan. Wajah-wajah gembira tampak dari sambutan  mereka. Selain warga, Kepala Desa Gita Kecamatan Oba, dan Kadis Perhubungan Kota Tidore beserta rombongan juga hadir menyambut kedatangan perdana KMP Kerapu.

“Saat uji coba sandar, kendaraan umum roda empat belum diizinkan ikut karena masih uji coba lintasan dan sandar,” kata Marsidik kepada Halmaherapost.com, di dalam Ferry KMP Kerapu, Sabtu 4 Januari 2020 pukul 10:00 WIT, saat menuju Gita.

Adapun tarif rute Bastiong-Gita yakni, ekonomi dewasa Rp 57.500, ekonomi anak-anak Rp 38.500.

Tarif angkut Ferry Bastiong - Gita

Marsidik menjelaskan, pelayaran yang dilakukan saat ini adalah uji coba lintasan dan uji coba sandar. Oleh karena itu, pihaknya sangaja tidak mengangkut banyak pengguna.

“Tadi sudah banyak peguna jasa terutama mobil-mobil kecil dan truk mau ikut tetapi kita belum izinkan karena takutnya pada saat tiba di Gita, kita tidak bisa bongkar muat akhirnya penumpang bisa kecewa dan mengeluh sehingga yang kami muat hanya 12 kendaraan roda, 1 mobil dinas milik saya (Marsadik) dan jumlah pelayar ada 46 orang,” jelasnya.

Marsidik berharap, keberadaan rute Bastiong-Gita, bisa membawa dampak positif bagi masyarakat Gita. Masyarakat Kecamatan Oba, Oba Selatan, dan Halmahera Tengah, tambah Marsidik, kini bisa menghemat biaya dan tenaga.

“Kemudian tadi ada masyarakat juga menyampaikan dan meminta bahwa kalau bisa jadwal kapal Ferry rute Gita itu Seminggu tigakali agar mudah perjalanan mereka," katanya.

Penumpang Ferry KMP Kerapu, yang ikut dalam uji coba sandar perdana di Pelabuhan Gita, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, Sabtu 4 Januari 2020 || Foto : Bur/Hpost

Sementara itu, Masnia, salah satu penumpang asal Weda yang ikut dalam ujicoba, membenarkan masyarakat meminta penambahan jadwal kapal ferry.

“Jangan hanya satu hari satu kali, tapi ditambah satu minggu tiga kali, karena kalau kita ikut Sofifi menuju Weda itu perjalanan jauh, baru jalan juga banyak longsor jadi kita lintas lewat darat juga takut, tapi kalau lewat Gita itu sangat dekat kita ke Weda,” pintanya

Senada, Fadila, salah satu pegawai negeri sipil mengaku tak keberatan sekalipun harus berada di kapal 4-5 jam perjalan. Ia bahkan meminta kepada ASDP untuk membuka rute Gita-Tidore.

“Gita dan sekitar masih berada di ruang lingkup Pemkot Tidore, yang pastinya banyak kepentingan masyarakat di Tidore ketimbang di Ternate,” harapnya.

Sebelumnya, aktivitas pelabuhan Gita vakum selama dau tahun. Kini, telah aktif kembali setelah beberapa waktu lalu masyarakat Oba membuat gerakan demonstrasi untuk meminta pelabuhan Gita diaktifkan kembali.

Kapala Desa Gita Ade M Hasim bilang, pembukaan rute Ferry tujuan Gita ini akan berdampak baik pada ekonomi wrga sekitar. Ia berharap, perputaran ekonomi warga yang biasanya berjualan di pelabuhan kemabli seperti sedia kala.

Foto : Bur/Hpost

Salah satu tim BPTD Provinsi Maluku Utara, Yanuar mengimbau kepada operator agar selalu menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang sehingga pelayaran  bisa dilakukan secara rutin.

“Banyak warga minta menambah rute, permintaan mereka akan kiajukan ke Kementerian Perhubungan agar bisa menambahkan atau meningkatkan lintasan pelayaran  ke Gita,” ucapnya.

Yanuar juga berharap, agar pembukaan rute baru tersebut didukung Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Pemerintah Kota Tidore, dengan membangun fasilitas pendukung pelabuhan Gita. Kebaradaan fasilitas yang memadai memudahkan aktivitas bongkar muat kapal Ferry.

Masyarakat Loloda Kepulauan antusias menjemput kedatangan KMP Ngafi, yang ,baru pertama kali sandar di Loloda || Foto : Agus

Sementara, di hari yang sama pula, pelayaran ujicoba perdana dilakukan dari Tobelo-Loloda Kepulauan. Warga Loloda Kepulauan pun tampak antusias menyambut kedatangan Ferry KMP Ngafi, siang tadi.

Penulis: Bur
Editor: Red

Baca Juga