Melihat Sekda Rizal Memimpin Misi Kemanusiaan, Membawa Harapan bagi Warga Batang Dua

Rizal Marsaoly saat melihat langsung warga Batang Dua di pengungsian. Foto: Bucek

Gempa berkekuatan 7,6 magnitudo yang mengguncang Sulawesi Utara pada Kamis, 2 April 2026, pukul 07.48 WIT, terasa hingga Maluku Utara.

Dampak paling parah dirasakan di Kecamatan Batang Dua, salah satu dari tiga kecamatan terluar Ternate yang dikenal sebagai BAHIM (Batang Dua, Hiri, Moti). Warga lain di sejumlah kecamatan juga merasakan guncangan.

Tanpa menunggu lama, dalam waktu sekitar satu jam, Pemerintah Kota Ternate merespons cepat. Wali Kota H. M. Tauhid Soleman dan Wakil Wali Kota Nasri Abubakar membentuk posko tanggap darurat yang langsung dikomandoi Sekda Rizal Marsaoly. Sorenya, tim gabungan berangkat ke Batang Dua menggunakan dua armada laut, membawa bantuan logistik, obat-obatan, dan tenaga kesehatan.

Sekda Rizal menegaskan, kehadiran pemerintah bukan hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan warga terdampak mendapat pelayanan kesehatan.

“Kedatangan kami selain menggunakan kapal KSOP juga membawa ambulans laut. Jadi bukan hanya logistik seperti beras dan kebutuhan pokok lainnya, tetapi juga obat-obatan,” ujar Rizal.

Setiba di Batang Dua, Rizal memimpin pertemuan dengan Sekretaris Kecamatan Rosalina Mangolo, para lurah, dan tim tanggap darurat. Ia meninjau langsung warga yang mengungsi di Kelurahan Mayau dan Perum, mendata kerusakan rumah, serta memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.

“Di sini ada rumah warga dan juga rumah ibadah yang mengalami kerusakan. Saya ditugaskan oleh Wali Kota untuk melihat langsung dan mendata kerusakan, baik yang rusak ringan maupun berat,” kata Rizal.

Pemerintah Kota Ternate telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk mempercepat penanganan, termasuk rencana rehabilitasi rumah warga. Rizal juga berkomunikasi dengan Gubernur Maluku Utara agar pendataan cepat menjadi dasar penyaluran bantuan.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Ibu Gubernur untuk mengecek jumlah rumah yang rusak, nantinya akan dilakukan perbaikan,” tambahnya.

Keesokan harinya, Rizal memimpin apel gabungan TNI/Polri, Baznas, dan BPBD untuk memperkuat koordinasi di lapangan. Tim bergerak menyalurkan bantuan, mendirikan tenda darurat, serta mendata jumlah pengungsi. Sejumlah pimpinan OPD, termasuk Kepala Dinas Perkim Ternate Tony S. Pontoh, mendampingi.

Bantuan yang disalurkan mencakup beras, makanan siap saji, mi instan, minyak goreng, terpal, perlengkapan tidur, hingga family kit. Total bantuan awal meliputi satu ton beras, 350 paket makanan siap saji, 50 rak telur, dan 100 kardus mi instan, diperkuat tambahan dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Rizal meninjau langsung titik terdampak di Lelewi, Bido, Mayau, Perum, Tifure, dan Pante Sagu. Ia berdialog dengan warga, mendengar keluhan, sekaligus memastikan mereka merasa aman dan diperhatikan.

“Pemerintah harus hadir langsung di tengah masyarakat, memastikan kondisi mereka sekaligus menyalurkan bantuan yang paling dibutuhkan,” ujar Rizal.

Data sementara menunjukkan 226 rumah dan sejumlah tempat ibadah rusak. Pemerintah juga menyalurkan bantuan khusus bagi kelompok rentan seperti bayi, lansia, dan perempuan, termasuk popok bayi dan lansia, minyak kayu putih, serta pembalut wanita.

“Kami memastikan membawa pulang data valid, baik data pengungsian maupun kerusakan rumah dan tempat ibadah. Ini akan kami laporkan kepada Wali Kota untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan pemerintah provinsi,” tegas Rizal.

Setelah memastikan bantuan awal dan data lapangan, Sekda bersama rombongan kembali ke Ternate untuk menyiapkan bantuan susulan, sementara tim tanggap darurat tetap siaga di Batang Dua, memastikan warga tetap terlayani.

Penulis: Qal
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga