Kepala SMAN 7 Ternate Ungkap Kronologi Kebakaran yang Hanguskan Ruangan dan Dokumen Penting
Kepala SMA Negeri 7 Kota Ternate, Rukia Taher, mengungkap kronologi kebakaran hebat yang melanda sekolah tersebut di Pulau Moti, Selasa malam, 5 Mei 2026.
Peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 22.00 WIT itu menghanguskan sedikitnya delapan ruangan penting milik sekolah, termasuk ruang administrasi, ruang guru, ruang humas, ruang sarana prasarana (sapras), hingga ruang kepala sekolah.
Rukia mengatakan dirinya baru mengetahui kejadian tersebut sekitar pukul 23.00 WIT setelah menerima informasi dari warga setempat. Mendapat kabar itu, ia langsung menuju lokasi untuk membantu proses pemadaman.
“Saya mendapat informasi dari warga sekitar pukul 23.00 WIT. Setelah itu saya langsung ke sekolah dan bersama warga berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya,” ujar Rukia kepada halmaherapost.com, Rabu, 6 Mei 2026.
Menurutnya, proses pemadaman berlangsung cukup lama karena keterbatasan fasilitas di wilayah Pulau Moti. Kobaran api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.30 WIT dini hari.
Warga dari tiga kelurahan, yakni Takofi, Figur, dan Tafaga, turut membantu memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitar sekolah.
“Warga sangat membantu saat proses pemadaman berlangsung,” katanya.
Dalam insiden tersebut, seorang siswa kelas X yang ikut membantu memadamkan api dilaporkan mengalami cedera pada bagian kaki setelah terjatuh di lokasi kejadian.
“Salah satu siswa yang ikut membantu jatuh dan mengalami luka pada kaki,” ungkapnya.
Selain bangunan sekolah, sejumlah fasilitas dan dokumen penting juga ikut hangus terbakar. Di antaranya tiga unit laptop, satu unit komputer, empat unit mesin, serta berbagai arsip administrasi sekolah.
“Semua laporan dan dokumen penting sekolah ikut terbakar,” ujarnya.
Rukia mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut. Hingga kini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber api.
Ia menyebut kebakaran tersebut menyebabkan kerugian besar yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah dan berpotensi mengganggu aktivitas belajar mengajar siswa.
Sejumlah pihak, termasuk Dinas Pendidikan, pemerintah kecamatan, aparat kepolisian, hingga pemerintah kelurahan, juga telah turun langsung ke lokasi untuk membantu penanganan pascakebakaran.
“Ada Kabid SMA dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kota Ternate yang sudah berada di lokasi. Pihak kecamatan, kepolisian, dan kelurahan juga ikut membantu,” katanya.
Rukia berharap Pemerintah Provinsi Maluku Utara segera mengambil langkah cepat untuk membantu pemulihan fasilitas sekolah agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.
“Kami berharap ada perhatian dan tindakan cepat dari pemerintah karena ini menyangkut pendidikan anak-anak,” tandasnya.