Peristiwa
Gempa 5,8 Magnitudo di Laut Maluku, Getaran Dirasakan hingga Ternate
Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,8 mengguncang wilayah Laut Maluku pada Jumat, 22 Mei 2026 pagi sekitar pukul 08.05 WIB atau 10.05 WIT. Getaran gempa dilaporkan dirasakan warga di sejumlah wilayah Maluku Utara, termasuk Kota Ternate.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Direktur Gempabumi dan Tsunami Wijayanto menjelaskan, berdasarkan hasil analisis BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 1,17° LU dan 126,14° BT atau tepatnya di laut sekitar 117 kilometer arah tenggara Bitung dengan kedalaman 38 kilometer.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Laut Maluku,” ujar Wijayanto dalam keterangan resminya.
BMKG menyebut hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan geser naik atau oblique thrust.
Getaran gempa dirasakan cukup kuat di wilayah Batang Dua dengan skala intensitas III-IV MMI. Sementara di Sofifi, Halmahera Barat, Tidore, Manado, hingga Ternate getaran dirasakan pada skala II-III MMI atau terasa nyata di dalam rumah seperti truk berlalu.
Meski sempat membuat warga panik, BMKG memastikan hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
“Hingga pukul 08.20 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan,” katanya.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga diminta memastikan informasi resmi hanya diperoleh melalui kanal resmi BMKG seperti BMKG dan InaTEWS BMKG.








Komentar