Wagub Sarbin: Duta Bahasa Harus Jadi Teladan Generasi Muda Maluku Utara
Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe menegaskan bahwa Duta Bahasa memiliki peran penting dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap penggunaan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, serta penguatan sastra sebagai bagian dari identitas bangsa.
Hal tersebut disampaikan Sarbin saat Malam Puncak Pemilihan Duta Bahasa Tahun 2026, Sabtu, 27 Juni 2026.
Menurutnya, Duta Bahasa bukan hanya ajang pencarian juara, tetapi menjadi ruang pembinaan untuk melahirkan generasi muda yang mampu menjadi teladan dalam menjaga dan mengembangkan bahasa.
“Duta Bahasa harus menjadi teladan bagi generasi muda Maluku Utara. Mereka memiliki tanggung jawab untuk menumbuhkan kebanggaan berbahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan mengembangkan literasi di tengah masyarakat,” ujar Sarbin.
Ia menjelaskan, selama hampir dua dekade, program Duta Bahasa telah melahirkan banyak generasi muda yang berperan dalam pemartabatan bahasa Indonesia, pelindungan bahasa daerah, hingga memperkenalkan bahasa Indonesia di tingkat internasional.
Sarbin menyebut, para alumni Duta Bahasa tidak hanya berhenti setelah mengikuti ajang pemilihan, tetapi terus berkontribusi melalui berbagai kegiatan seperti pengembangan komunitas literasi, gerakan pelestarian bahasa daerah, serta kampanye kebahasaan melalui ruang digital.
Menurutnya, perkembangan zaman dan teknologi menjadi tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda untuk terus memperkuat eksistensi bahasa Indonesia. Karena itu, Duta Bahasa dituntut tidak hanya memiliki kemampuan komunikasi yang baik, tetapi juga mampu menjadi kreator perubahan.
“Semangat Trigatra Bangun Bahasa harus terus ditanamkan, yakni mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing,” tegasnya.
Dalam rangkaian kegiatan Pemilihan Duta Bahasa 2026, sebanyak sepuluh finalis mengikuti Santiaji selama dua hari, 25–26 Juni 2026. Para peserta mendapatkan pembekalan terkait kepemimpinan, kebahasaan, kesastraan, dan kehumasan.
Selain itu, finalis juga mengikuti sejumlah tahapan penilaian, mulai dari krida kebahasaan, kemampuan berbicara di depan publik, penulisan artikel populer, hingga pembuatan konten digital.
Melalui proses tersebut, Duta Bahasa diharapkan mampu menjadi generasi muda yang kreatif, berwawasan luas, dan mampu menjadikan bahasa sebagai alat pemersatu serta bagian dari pembangunan karakter bangsa.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam membina generasi muda yang cerdas, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan bahasa dan budaya daerah.