1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Morotai Pamer Potensi, Kelapa Bido dan Ikan Roa Diminati Peserta PENAS di Gorontalo

Oleh ,

Produk unggulan Kabupaten Pulau Morotai berhasil mencuri perhatian pada ajang Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Kabupaten Limboto, Provinsi Gorontalo.

Kelapa Bido dan Ikan Roa khas Morotai menjadi komoditas yang paling banyak diminati peserta maupun pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia selama kegiatan berlangsung.

Keikutsertaan Morotai dalam ajang nasional yang digelar pada 20-25 Juni 2026 tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi pertanian dan perikanan daerah kepada pasar yang lebih luas.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pulau Morotai, Tamhid Bilo, mengatakan antusiasme pengunjung terhadap produk unggulan Morotai menunjukkan kualitas serta daya saing komoditas lokal daerah.

“Produk yang paling banyak diminati peserta maupun pengunjung dari berbagai daerah adalah varietas unggul Kelapa Bido khas Morotai dan Ikan Roa, termasuk beberapa produk hasil perikanan lainnya,” ujar Tamhid.

Menurutnya, PENAS XVII menjadi wadah penting yang mempertemukan petani, nelayan, penyuluh, pelaku usaha, akademisi, serta pemerintah untuk berbagi inovasi, memperkuat kemitraan, dan mendorong kemajuan sektor pertanian maupun perikanan.

Ajang yang diselenggarakan oleh Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional bersama pemerintah tersebut mengusung tema “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Program Swasembada Pangan guna Mewujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia Tahun 2045.”

Selama kegiatan berlangsung, kontingen Morotai mengikuti berbagai agenda, mulai dari pameran inovasi teknologi pertanian dan perikanan, promosi produk unggulan daerah, temu wicara antara petani, nelayan dan pemerintah, hingga pengembangan jejaring usaha antarpeserta.

Selain Kelapa Bido dan Ikan Roa, Morotai juga memperkenalkan sejumlah produk unggulan lainnya, seperti Anggrek Wayabula serta berbagai olahan hasil perikanan khas daerah.

Tamhid menyebut, keikutsertaan Morotai dalam PENAS XVII bukan hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga membuka peluang kerja sama dan pemasaran produk unggulan agar semakin dikenal secara nasional.

“Harapannya, produk-produk unggulan Morotai bisa semakin dikenal dan memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya petani dan nelayan,” katanya.

Ia berharap tingginya minat masyarakat terhadap produk Morotai dapat menjadi motivasi bagi para pelaku usaha, petani, dan nelayan untuk terus meningkatkan kualitas produksi.

“Dengan peningkatan kualitas produksi, diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah sekaligus memperkuat posisi Morotai sebagai salah satu daerah penghasil komoditas unggulan di Maluku Utara,” pungkasnya.

Berita Lainnya