Rakernas APEKSI, Wali Kota Ternate Perkuat Kolaborasi dan Tegaskan Komitmen Hijau
Wali Kota Ternate, H. M. Tauhid Soleman, memanfaatkan momentum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Kota Medan untuk memperkuat kolaborasi antardaerah sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Selain menghadiri pembukaan Rakernas di Grand City Hall, Rabu, 1 Juli 2026, Tauhid juga mengikuti aksi penanaman pohon bersama para kepala daerah di Taman Cadika, Kamis, 2 Juli 2026. Kegiatan penghijauan tersebut menjadi simbol komitmen pemerintah kota di seluruh Indonesia dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan menjaga kelestarian lingkungan.
Dalam seluruh rangkaian kegiatan Rakernas, Tauhid didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate, Musli Mohammad, dan Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Ternate.
Rakernas XVIII APEKSI mengusung tema "Kota Tangguh Bangsa Berdaulat", yang menegaskan tekad pemerintah kota membangun daerah yang mampu menghadapi tantangan ekonomi, sosial, lingkungan, hingga kebencanaan melalui tata kelola pemerintahan yang adaptif dan berkelanjutan.
Forum tahunan tersebut menjadi ruang strategis bagi para wali kota untuk bertukar pengalaman, berbagi inovasi, serta menyusun rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan kepada pemerintah pusat sebagai upaya memperkuat pembangunan daerah.
Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, mengatakan keikutsertaan Pemkot Ternate dalam Rakernas APEKSI merupakan langkah penting untuk memperluas jejaring kerja sama sekaligus menyerap berbagai praktik terbaik yang telah diterapkan pemerintah kota lain.
"Rakernas APEKSI menjadi ruang strategis bagi seluruh kepala daerah untuk saling belajar, memperkuat kerja sama, dan menghadirkan berbagai inovasi yang dapat diterapkan di daerah masing-masing," katanya.
Menurut Tauhid, kolaborasi antardaerah menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan, dan mendorong pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui partisipasi Pemkot Ternate dalam aksi penanaman pohon yang menjadi bagian dari agenda Rakernas.
"Melalui momentum APEKSI ini, penanaman pohon menjadi bukti komitmen kuat seluruh kepala daerah dalam melakukan aksi penghijauan. Langkah bersama ini diharapkan berdampak signifikan dalam menekan emisi gas rumah kaca," ujarnya.
Sementara itu, Kepala DLH Kota Ternate, Musli Mohammad, mengatakan kegiatan penghijauan tersebut bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.
"Aksi penghijauan ini merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga keseimbangan ekosistem, meningkatkan kualitas udara, dan menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih hijau, sehat, dan nyaman bagi masyarakat," katanya.
Menurut Musli, melalui Rakernas APEKSI, pemerintah kota juga memiliki kesempatan memperkuat sinergi dalam pengelolaan lingkungan hidup, pengembangan ruang terbuka hijau, serta penerapan pembangunan kota yang berkelanjutan.
Rakernas XVIII APEKSI tahun ini digelar di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah daerah. Selain penyesuaian program akibat kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah kota juga dituntut meningkatkan kapasitas dalam menghadapi perubahan iklim dan potensi bencana yang semakin sering terjadi.
Karena itu, forum yang menjadi amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) APEKSI tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas pemerintah kota dalam pengelolaan fiskal, pelayanan publik, ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan ketahanan sosial.
Melalui forum nasional itu, Pemkot Ternate berharap berbagai rekomendasi yang dihasilkan dapat memperkuat peran pemerintah kota sebagai ujung tombak pelayanan publik sekaligus mempercepat terwujudnya Kota Ternate yang tangguh, adaptif, inovatif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.








Komentar