Pasca-POPDA, Sampah Menumpuk di CBD Morotai Ganggu Aktivitas Warga

Potret tumpukan sampah rumah tangga di lokasi pasar CBD Morotai yang meresahkan warga. Foto: Maulud Rasai

Tumpukan sampah rumah tangga yang meluber dari bak penampungan di kawasan Central Business District (CBD), Desa Gotalamo, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, dikeluhkan warga dan pengguna jalan.

Penumpukan sampah tersebut menimbulkan bau menyengat, mengganggu aktivitas masyarakat, sekaligus merusak estetika kawasan yang menjadi pusat perdagangan di daerah itu.

Pantauan di lokasi, Rabu, 15 Juli 2026, menunjukkan sedikitnya tiga bak penampungan sampah di kawasan pasar CBD telah penuh. Akibatnya, sampah rumah tangga meluber hingga ke bahu jalan karena belum diangkut.

Kondisi itu membuat kawasan yang setiap hari dipadati pedagang dan pembeli terlihat kumuh. Warga menyebut tumpukan sampah telah dibiarkan sejak sehari sebelumnya, sehingga aroma tidak sedap semakin menyengat dan mengganggu kenyamanan masyarakat yang melintas.

"Baunya sangat menyengat saat melintas di sini. Sampahnya sudah meluber sampai ke pinggir jalan. Ini sudah dari kemarin," ujar salah seorang pengendara.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera mengangkut sampah tersebut. Mereka juga meminta frekuensi pengangkutan ditingkatkan, terutama di kawasan CBD yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

"Kami berharap persoalan ini segera ditangani agar kawasan pasar tetap bersih, nyaman, dan tidak menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan maupun citra kebersihan daerah," kata seorang warga.

Menanggapi keluhan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pulau Morotai, Nuhayati, membenarkan adanya peningkatan volume sampah setelah pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA).

"Iya benar, volume sampah meningkat pasca-POPDA. Sementara armada kami terbatas, tetapi kami dari DLH tetap berupaya mengakomodasi semua sampah yang ada di dalam kota," ujarnya.

Nuhayati mengatakan, keterbatasan armada menjadi tantangan dalam mempercepat proses pengangkutan sampah. Meski demikian, pihaknya terus mengoptimalkan armada yang tersedia agar seluruh titik penumpukan sampah, termasuk di kawasan CBD, dapat segera teratasi.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempat dan waktu yang telah ditentukan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman di Pulau Morotai.

Penulis: Maulud
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga