Harapan Baru Warga Domato Terwujud, Gubernur Sherly dan BTN Bangun Rumah Layak Huni

Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos dan Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu saat di Desa Domato. Foto: Humas Pemprov Malut

Harapan baru bagi warga Desa Domato, Kabupaten Halmahera Barat, mulai terwujud. Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menghadirkan program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Sebanyak 36 unit rumah akan dibangun melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BTN dengan nilai bantuan mencapai Rp2,4 miliar. Program tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Maluku Utara Sherly Laos, Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu, dan Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, di Desa Domato, Selasa, 28 Juli 2026.

Gubernur Sherly menyampaikan apresiasi kepada BTN atas komitmen mendukung pembangunan daerah melalui program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi langkah penting dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku Utara.

“Rumah yang layak menjadi fondasi kehidupan. Dari keluarga yang kuat akan lahir desa yang kuat, kabupaten yang kuat, provinsi yang kuat, hingga negara yang kuat,” ujar Sherly.

Gubernur perempuan pertama di Maluku Utara itu menegaskan, rumah bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang utama bagi keluarga dalam membangun kehidupan yang sehat, aman, dan bermartabat.

Sherly juga mengingat kembali kunjungannya ke Desa Sidangoli Dehe pada 2025. Saat itu, ia menemukan sejumlah keluarga yang telah hidup di atas laut selama hampir dua dekade dengan kondisi hunian yang tidak layak.

Pengalaman tersebut, kata Sherly, menjadi salah satu alasan pemerintah daerah terus mendorong penyediaan hunian yang lebih baik bagi masyarakat.

“Rumah tidak hanya sebagai tempat berlindung, tetapi ruang hidup utama tempat seluruh proses awal pembangunan karakter keluarga berlangsung,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menyebut Maluku Utara sebagai salah satu daerah dengan prospek ekonomi yang sangat menjanjikan di Indonesia.

Ia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara pada triwulan I 2026 mencapai 19,64 persen dan menjadi yang tertinggi secara nasional. Pertumbuhan tersebut ditopang sektor industri pengolahan yang tumbuh sekitar 37 persen serta peningkatan investasi dan pembentukan modal tetap bruto sebesar 17,75 persen.

“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan diikuti meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan maupun infrastruktur,” ujar Nixon.

Menurutnya, BTN tidak hanya hadir sebagai lembaga perbankan, tetapi juga berkomitmen mendukung penguatan ekonomi daerah, termasuk melalui digitalisasi keuangan pemerintah, sistem ekonomi, dan pelayanan publik.

Pembangunan 36 unit rumah di Desa Domato menjadi tahap awal dari program hunian layak tersebut. Ke depan, program ini ditargetkan berkembang hingga sekitar 100 unit rumah dengan dukungan pemerintah dan perbankan Himbara.

Gubernur Sherly berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat agar semakin banyak masyarakat Maluku Utara yang mendapatkan akses terhadap hunian layak.

“Keluarga yang sehat, sejahtera, kuat, dan bermartabat akan membentuk desa yang kuat, kecamatan yang kuat, provinsi yang kuat, hingga negara yang kuat,” pungkas Sherly.

Penulis: Qal
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga