1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

IWIP Wujudkan Mimpi Pelajar Halmahera, Bus Sekolah Gratis Resmi Beroperasi

Oleh ,

Harapan pelajar di sejumlah desa terpencil di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) dan Halmahera Timur (Haltim) untuk mendapatkan akses transportasi sekolah yang aman dan nyaman mulai terwujud.

PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) bersama PT Weda Bay Nickel (WBN) resmi meluncurkan program bus sekolah gratis bagi siswa di dua kabupaten tersebut. Program ini menjadi solusi atas kendala transportasi yang selama ini membuat banyak pelajar harus berjalan kaki, menunggu tumpangan kendaraan, hingga terlambat mengikuti proses belajar mengajar.

Peluncuran program berlangsung pada Sabtu, 11 Juli 2026 di Kantor Desa Kobe, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah. Dalam tahap awal, IWIP menyediakan lima unit bus sekolah dengan kapasitas 17 hingga 24 penumpang untuk melayani pelajar jenjang SD, SMP, hingga SMA di wilayah sekitar operasional perusahaan.

Sebelumnya, para siswa dari Desa Kobe, Sawai Itepo, Lukulamo di Halmahera Tengah, serta Desa Jikomoi, Waijoi, Saolat, dan Minamin di Halmahera Timur menghadapi tantangan besar untuk menuju sekolah.

Sebagian siswa harus menempuh jarak 6 hingga 12 kilometer setiap hari. Keterbatasan transportasi membuat mereka bergantung pada kendaraan yang melintas seperti mobil pick up, bus Damri, maupun kendaraan warga. Tidak jarang, mereka harus berjalan kaki ketika tidak mendapatkan tumpangan.

Kondisi tersebut juga berdampak pada kedisiplinan siswa karena keterlambatan mencapai 30 menit hingga satu jam kerap terjadi.

Suasana di dalam bus sekolah gratis dari IWIP dan WBN yang melayani siswa dari desa-desa di Wasile Selatan. Foto: Humas PT IWIP

Melalui program bus sekolah gratis ini, IWIP menghadirkan layanan antar-jemput yang lebih terjadwal, aman, dan nyaman bagi para pelajar.

Untuk wilayah Halmahera Tengah, operasional bus dimulai pukul 06.00 WIT dengan rute Desa Kobe hingga Sawai Itepo menuju SMP Negeri 17 Halmahera Tengah. Rute lainnya melayani perjalanan dari SD Lukulamo menuju SMP Negeri 9 Halmahera Tengah dan SMK Negeri 2 Halmahera Tengah.

Sementara layanan kepulangan dimulai pukul 13.00 WIT dari sekolah menuju titik penjemputan masing-masing.

Di Halmahera Timur, bus melayani rute Desa Jikomoi, Waijoi, Saolat, dan Minamin menuju Desa Nusa Jaya sebagai titik akhir, yakni SMA Negeri 4 Halmahera Timur, SMK Negeri 2 Halmahera Timur, serta SMP Negeri 13 Wasile.

Layanan penjemputan pulang sekolah dilakukan setiap Senin hingga Kamis dan Sabtu pukul 13.00 WIT, sedangkan hari Jumat pukul 11.30 WIT.

Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada IWIP dan WBN atas dukungan tersebut. Menurutnya, keberadaan bus sekolah sangat membantu masyarakat, terutama pelajar di wilayah Wasile Selatan yang selama ini menghadapi persoalan jarak dan transportasi.

“Bantuan bus sekolah ini sangat penting dan sangat dibutuhkan, terutama wilayah Wasile Selatan. Karena jarak antara rumah-rumah siswa ke sekolah sangat jauh. Ke depan, mudah-mudahan kerja sama dan dukungan seperti ini terus berlanjut,” ujarnya.

Kepala SMP Negeri 17 Halmahera Tengah, Dedy C.H. Kaijely, juga mengapresiasi program tersebut. Ia menilai bus sekolah menjadi solusi nyata terhadap persoalan keterlambatan siswa akibat sulitnya akses transportasi.

“Ini merupakan bentuk partisipasi nyata perusahaan dalam mendukung pendidikan. Terima kasih kepada PT IWIP,” katanya.

Dedy berharap kerja sama antara sekolah, orang tua, dan pemerintah desa terus diperkuat agar siswa dapat disiplin mengikuti jadwal keberangkatan bus.

“Kolaborasi ini sangat luar biasa dan semoga terus terjaga. Kami juga berterima kasih karena bus ini ditempatkan di sekolah sehingga tidak perlu bolak-balik,” tambahnya.

Kepala SMA Negeri 4 Halmahera Timur, Afendi A. Gani, mengatakan bantuan bus sekolah sangat membantu para siswa yang sebagian besar berasal dari desa dengan jarak cukup jauh dari sekolah.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memperhatikan pemeliharaan armada bus agar layanan tersebut dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi pelajar.

“Dengan adanya bus sekolah, siswa tidak lagi harus menunggu tumpangan kendaraan yang melintas atau bergantung pada orang tua untuk mengantar mereka ke sekolah,” ujarnya.

Salah satu siswi SMA Negeri 4 Halmahera Timur, Inggrit Herat, mengaku senang dengan hadirnya layanan bus sekolah gratis. Menurutnya, sebelum ada bus sekolah, ia hampir setiap hari harus menunggu kendaraan yang lewat untuk mendapatkan tumpangan.

“Kadang bisa cepat dapat tumpangan, kadang juga sangat lama. Akibatnya saya sering terlambat sampai di sekolah. Saat pulang juga sama, kadang baru tiba di rumah menjelang sore karena harus menunggu kendaraan yang lewat,” tuturnya.

Kini, kata Inggrit, perjalanan menuju sekolah menjadi lebih mudah karena dapat berangkat bersama teman-teman dan tiba tepat waktu.

Deputy Manager External Relation PT IWIP, Fuad Albar, menjelaskan program bus sekolah merupakan hasil kolaborasi perusahaan bersama pemerintah desa dan pihak sekolah.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan seluruh pihak, termasuk dalam menjaga keamanan, keselamatan, dan keberlanjutan operasional bus.

“Bus ini menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah desa, sekolah maupun perusahaan. Silakan sampaikan saran seiring berjalannya program. Keamanan dan keselamatan, termasuk bagi pengemudi, juga menjadi tanggung jawab bersama,” jelasnya.

Fuad menegaskan, bus sekolah tersebut diperuntukkan khusus bagi siswa dan siswi. Berbagai masukan dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi perusahaan untuk pengembangan layanan ke depan.

Dengan beroperasinya bus sekolah gratis IWIP dan WBN, para pelajar di Halmahera Tengah dan Halmahera Timur kini memiliki akses transportasi pendidikan yang lebih layak, sehingga dapat belajar dengan lebih tenang tanpa lagi terbebani persoalan perjalanan menuju sekolah.

Berita Lainnya