Wawali Tidore Apresiasi Pelatihan Keripik UMKM Toloa, Dinilai Perkuat Ekonomi Keluarga
Pemerintah Kota Tidore Kepulauan mengapresiasi inisiatif UMKM Toloa Indah Berkembang yang menggelar pelatihan pembuatan keripik berbahan baku lokal sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat melalui pengembangan industri rumah tangga.
Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, saat menutup secara resmi Pelatihan Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pembuatan Keripik Keladi, Keripik Pisang, dan Keripik Sukun Industri Rumah Tangga Tahun 2026 di Kelurahan Toloa, Senin, 3 Agustus 2026.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari itu disponsori Keluarga Besar Toloa di Perantauan dan diikuti ibu-ibu PKK sebagai peserta.
Dalam sambutannya, Ahmad Laiman menegaskan UMKM berbasis keluarga dan komunitas memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada masyarakat yang terus berupaya mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.
"UMKM kecil berbasis keluarga dan komunitas patut diapresiasi dan diberikan penghargaan yang setinggi-tingginya. Melalui pelatihan luar biasa yang digagas Keluarga Besar Toloa, baik yang berada di Tidore maupun di perantauan, kegiatan seperti ini perlu terus disosialisasikan untuk memperkuat ekonomi masyarakat di Kota Tidore Kepulauan," ujar Ahmad.
Ia berharap pelatihan serupa tidak hanya dilaksanakan di Kelurahan Toloa, tetapi juga dapat direplikasi di berbagai wilayah lain melalui peran Tim Penggerak PKK maupun Dharma Wanita Persatuan (DWP).
"Kami berharap melalui ibu-ibu PKK dan DWP, pelatihan seperti ini dapat terus dikembangkan sehingga mampu memberikan penguatan ekonomi di sendi-sendi kehidupan masyarakat, terutama pada sektor rumah tangga," katanya.
Menurut Ahmad, usaha mikro berbasis rumah tangga terbukti memiliki daya tahan yang tinggi menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Pengalaman saat pandemi Covid-19 menjadi bukti bahwa sektor UMKM tetap mampu menopang perekonomian keluarga ketika banyak perusahaan besar mengalami kesulitan.
"Ketika Covid-19, banyak perusahaan berhenti beroperasi, tetapi UMKM tetap mampu menopang ekonomi keluarga. Karena itu, kegiatan seperti ini harus terus didukung. Selain dukungan pemerintah daerah, promosi melalui media sosial juga sangat penting sebagai sarana pemasaran produk UMKM," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan, Hj. Rahmawati Muhammad Sinen, mengaku bangga atas semangat para peserta selama mengikuti pelatihan. Menurutnya, dalam tiga hari pelaksanaan kegiatan, para peserta berhasil menghasilkan keripik keladi, pisang, dan sukun dengan cita rasa yang baik.
Ia mengatakan, di tengah kebijakan efisiensi anggaran, pelaku UMKM harus tetap mampu memanfaatkan peluang untuk mengembangkan usaha dengan mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi.
"PKK Tidore memiliki beberapa UMKM binaan yang bekerja sama dengan Bank Indonesia, salah satunya produk sagu varian rasa dari Kelurahan Jaya. Untuk UMKM Keripik Toloa Indah Berkembang, insyaallah akan kami bantu promosikan agar produknya semakin dikenal masyarakat. Tetap semangat dan terus berinovasi," tutur Rahmawati.
Pelatihan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo, Ketua DWP Kota Tidore Kepulauan Hj. Nuraen Ismail Dukomalamo, pimpinan OPD terkait, penyelenggara H. Rahman Adrias, perwakilan Keluarga Besar Toloa di Perantauan Abdul Kadir Wakano, instruktur pelatihan Carolina Katiandagho, pengurus PKK dan DWP Kota Tidore Kepulauan, Camat Tidore Selatan, Lurah Toloa, serta ibu-ibu PKK Kelurahan Toloa.
Melalui pelatihan tersebut, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan berharap semakin banyak produk olahan pangan lokal yang memiliki nilai tambah ekonomi, mampu menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan daya saing UMKM di daerah.