AMSI Pusat Gulirkan Dana Hibah untuk 28 Wilayah di Indonesia
Pengurus Nasional Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) meluncurkan program dana hibah bergulir untuk 28 wilayah di Indonesia. Total dana yang disiapkan mencapai Rp280 juta.
Program tersebut ditujukan untuk mendukung kegiatan produktif sekaligus memperkuat kapasitas dan kemandirian organisasi AMSI di daerah.
Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, mengatakan dana tersebut merupakan modal awal atau seed money untuk memantik program kerja yang berkesinambungan di setiap wilayah.
“Ini semacam dana awal atau seed money, untuk memantik program kerja yang berkesinambungan di semua wilayah,” kata Wahyu.
Dana diberikan berdasarkan mekanisme organisasi dan digunakan untuk kegiatan yang telah disetujui. AMSI wilayah tidak diwajibkan mengembalikan dana tersebut ke AMSI Pusat. Namun, setelah digunakan, dana diharapkan kembali ke kas wilayah agar dapat dikelola sebagai dana bergulir untuk kegiatan berikutnya.
Setiap wilayah juga wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana kepada AMSI Pusat serta memastikan pengelolaannya dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Wakil Ketua Umum AMSI, Upi Asmaradhana, mengatakan program tersebut merupakan tindak lanjut hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) AMSI.
“Dana bergulir AMSI wilayah merupakan dana yang berasal dari pengelolaan dana hibah dan digunakan untuk mendukung kegiatan organisasi, program anggota, atau kegiatan produktif lainnya sesuai dengan kebutuhan dan keputusan AMSI wilayah,” kata Upi.
Program ini sebelumnya dibahas dan dikoordinasikan Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan AMSI, Ismoko Widjaya, bersama pengurus bidang dan tim sekretariat AMSI.
Ismoko mengatakan skema dana bergulir juga diarahkan untuk mendorong kemandirian organisasi melalui sumber pendanaan internal yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
“Kami juga ingin mendorong kemandirian organisasi melalui pengembangan dana yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Program tersebut diharapkan membantu AMSI wilayah menjalankan kegiatan yang produktif dan memperkuat keberlangsungan organisasi di tengah tantangan industri pers dan media.








Komentar