Pemerintah
Pemda Morotai Siapkan Belasan Titik JIAT untuk Atasi Kekeringan
Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, menyiapkan belasan titik Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) untuk mengatasi kekeringan yang melanda sejumlah lahan persawahan saat musim kemarau.
Sebanyak 17 titik JIAT disiapkan melalui program kerja sama Pemkab Pulau Morotai dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Maluku Utara. Program ini menyasar lahan persawahan yang tidak lagi mendapatkan pasokan air.
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pulau Morotai, Tamhid Bilo, mengatakan JIAT merupakan program pembangunan sumur tanah dalam yang dilaksanakan BWS Provinsi Maluku Utara.
“Kegiatan sumur tanah dalam yang melekat pada BWS Provinsi Maluku Utara dalam program JIAT difokuskan pada lahan basah atau sawah yang sudah tidak dialiri air,” kata Tamhid, Kamis, 1 Oktober 2026.
Menurut Tamhid, 17 titik JIAT tersebut tersebar di sejumlah wilayah. Beberapa di antaranya berada di Cucumare, Aha, Sabatai-Sabala dan Wewemo.
Ia mengatakan, Pemkab Morotai belum mengetahui secara pasti besaran anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut. Sebab, pelaksanaan pembangunan JIAT menjadi kewenangan BWS Provinsi Maluku Utara.
Program JIAT, lanjut Tamhid, merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) yang diarahkan untuk mendukung penyediaan infrastruktur air bagi sektor pertanian.
Selain lahan persawahan, Pemkab Morotai juga mulai mengusulkan dukungan infrastruktur air bagi petani hortikultura. Usulan tersebut telah disampaikan kepada BWS untuk dapat diakomodasi pada 2027.
“Untuk petani hortikultura tahun depan sudah kami masukkan dalam pengusulan ke BWS, mudah-mudahan bisa diakomodir,” ujarnya.
Pemkab Morotai juga berharap tersedia Dana Alokasi Khusus (DAK) pada 2027 yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur pertanian.
Dukungan tersebut diharapkan mencakup pembangunan jalan tani dan sumur bor untuk menunjang aktivitas petani serta memperluas akses terhadap sumber air.
Dengan tambahan jaringan irigasi, sumur tanah dalam, jalan tani dan sumur bor, pemerintah daerah berharap keterbatasan air tidak lagi menjadi hambatan bagi petani dalam mengembangkan lahan pertanian, terutama saat musim kemarau.








Komentar