Event

Modiv Production Buktikan Vendor Lokal Maluku Utara Mampu Garap Event Besar

Venue Pesta Rakyat yang didesain Modiv Production. Foto: Risval Tri Budiyanto

Modiv Production, vendor lokal asal Maluku Utara, membuktikan kapasitasnya dalam menangani produksi acara berskala besar melalui perayaan HUT ke-27 Provinsi Maluku Utara pada 2026.

Mengandalkan kreativitas dan tenaga kerja lokal, perusahaan ini menghadirkan konsep festival terbuka dengan dukungan teknologi produksi serta melibatkan puluhan anak muda, termasuk mahasiswa.

Owner Modiv Production, Anas Budintara, mengatakan keberhasilan sebuah acara tidak hanya ditentukan oleh kemegahan panggung. Perencanaan konsep, kualitas tata suara, pencahayaan, visual, hingga koordinasi kru menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana.

“Mulai dari penataan panggung, desain visual, atmosfer pertunjukan, hingga integrasi berbagai perangkat produksi, seluruh elemen diarahkan untuk menciptakan identitas acara yang kuat,” kata Achy sapaan akrabnya Anas Budintara di Sofifi, Jumat, 9 Oktober 2026.

Menurutnya, setiap acara memiliki karakter, sasaran pengunjung, dan kebutuhan teknis yang berbeda. Karena itu, proses produksi harus memperhatikan aspek visual, fungsi panggung, keamanan, kenyamanan penonton, serta kelancaran pelaksanaan.

Wujudkan Konsep Festival yang Dirancang Empat Tahun

Pada perayaan HUT ke-27 Maluku Utara, Modiv Production menerapkan konsep festival dengan panggung terbuka. Gagasan tersebut telah direncanakan Achy sejak empat tahun lalu dan baru dapat direalisasikan pada 2026.

Panggung utama dirancang dengan lebar 38 meter dan kedalaman 16 meter. Penempatannya turut mempertimbangkan latar Masjid Raya Shaful Khairaat di Sofifi sebagai bagian dari lanskap visual pertunjukan.

Konsep panggung terbuka ini menghadirkan pendekatan berbeda dalam penataan acara. Selain memberikan nuansa festival, desainnya disesuaikan dengan kondisi lokasi sehingga lingkungan sekitar menjadi bagian dari pengalaman visual pengunjung.

Untuk merealisasikan konsep tersebut, Modiv Production mengerahkan 67 kru yang menangani berbagai bidang, mulai dari manajemen acara, videotron, pencahayaan, tata suara, konstruksi panggung, hingga pengendalian jalannya pertunjukan.

Tim produksi juga melibatkan show director, manajer panggung, serta liaison officer (LO) yang bertugas mengoordinasikan kebutuhan artis dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pembagian kerja yang terstruktur diperlukan agar setiap bagian dapat menjalankan tanggung jawabnya, terutama ketika acara berlangsung dan membutuhkan koordinasi cepat antartim.

Libatkan 37 Mahasiswa dalam Produksi

Di balik produksi panggung berskala besar tersebut, Modiv Production turut memberikan ruang bagi tenaga muda lokal. Dari total 67 kru yang terlibat, hampir 37 orang di antaranya merupakan mahasiswa.

Achy mengatakan, pelibatan mahasiswa menjadi bagian dari upaya perusahaan memanfaatkan potensi sumber daya manusia Maluku Utara sekaligus membuka kesempatan bagi generasi muda untuk memperoleh pengalaman langsung di industri penyelenggaraan acara.

“Jadi torang lebih memberdayakan mahasiswa. Kalau membutuhkan tenaga freelance, target kita justru mahasiswa-mahasiswa,” ujarnya.

Melalui keterlibatan dalam produksi acara, mahasiswa berkesempatan mempelajari pembagian kerja, disiplin waktu, koordinasi tim, pengoperasian peralatan, hingga standar profesional dalam penyelenggaraan pertunjukan.

Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi mereka untuk mengembangkan keterampilan dan terlibat dalam berbagai produksi berikutnya.

Bagi industri kreatif daerah, keterlibatan tenaga muda juga membuka peluang untuk membangun sumber daya manusia yang memiliki kemampuan teknis dan memahami kebutuhan produksi modern.

Meski demikian, Achy menilai produksi acara berskala besar membutuhkan sistem kerja yang terorganisasi. Penguasaan peralatan, koordinasi lintasbidang, dan kemampuan menyelesaikan persoalan di lapangan menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas produksi.

Koordinasi Jadi Kunci Kelancaran Acara

Selain kreativitas dan kesiapan kru, koordinasi antara vendor dan panitia penyelenggara turut menentukan kelancaran sebuah acara.

Dalam pelaksanaan HUT ke-27 Maluku Utara, Achy mengapresiasi dukungan panitia yang membantu proses persiapan, termasuk pengurusan perizinan dan koordinasi dengan instansi terkait.

Menurut dia, komunikasi yang cepat ketika muncul persoalan selama tahapan persiapan membantu tim menentukan langkah untuk menjaga pekerjaan tetap berjalan sesuai kebutuhan.

Bagi Modiv Production, kepercayaan menangani perayaan tingkat provinsi tersebut menjadi kesempatan untuk merealisasikan konsep festival yang telah lama direncanakan sekaligus menguji kesiapan tim dalam mengelola berbagai kebutuhan produksi secara bersamaan.

Keterlibatan vendor lokal dalam kegiatan berskala besar juga memperlihatkan peluang bagi pelaku industri kreatif daerah untuk mengambil peran dalam penyelenggaraan acara publik.

Ke depan, tantangan vendor lokal tidak hanya terletak pada kemampuan menghadirkan panggung yang megah. Konsistensi kualitas produksi, pengembangan kompetensi kru, pemanfaatan teknologi, dan pemberdayaan tenaga kerja lokal menjadi faktor penting untuk memperkuat daya saing industri event di Maluku Utara.

Melalui perpaduan kreativitas, teknologi, dan keterlibatan anak muda, Modiv Production menunjukkan bahwa vendor lokal memiliki peluang untuk menangani acara berskala besar sekaligus mengembangkan potensi sumber daya manusia di daerah.

Penulis: Qal
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga