Agenda
Sekda Rizal Resmikan Studio Radio Gemusba, Fokus Pelestarian Budaya Ternate
Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, meresmikan Gedung Sekretariat dan Studio Radio Generasi Muda Sultan Babullah (Gemusba) di Pendopo Bala Kesultanan Ternate, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Peresmian yang dihadiri Sultan Ternate, Hidayatullah Mudaffar Sjah dan permaisuri, Ketua Gemusba Jou Ngofa Kaicil Ismuul Sujud, bobato adat ini diharapkan memperkuat peran generasi muda dalam melestarikan sejarah, adat istiadat, dan kebudayaan Ternate melalui media penyiaran.
Rizal mengatakan, kehadiran Radio Gemusba menjadi momentum penting untuk membangun kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda dalam menjaga warisan budaya daerah.
Menurutnya, Radio Gemusba memiliki karakter dan identitas tersendiri karena dapat menjadikan pelestarian budaya sebagai fokus utama siaran, sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas dan menyebarkan informasi edukatif.
“Radio boleh banyak di Ternate. Tetapi, kalau hari ini Gemusba hadir dengan radio yang berbeda, punya karakter, ciri khas, dan identitas, ini menjadi ruang bagi generasi muda Sultan Babullah untuk berbagi informasi, menghadirkan hiburan sesuai kearifan lokal, serta menyampaikan berbagai bentuk edukasi,” ujar Rizal.
Ia berharap Radio Gemusba tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga memperkenalkan sejarah lokal, tradisi masyarakat, bahasa daerah, dan nilai-nilai kebudayaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Untuk mendukung hal tersebut, Rizal mendorong pengelola Radio Gemusba membangun sinergi dengan Pemerintah Kota Ternate melalui organisasi perangkat daerah (OPD), terutama Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata.

Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui program siaran rutin yang mengangkat sejarah, tradisi, dan berbagai potensi kebudayaan Ternate.
Rizal juga mengusulkan pengembangan program podcast dengan menghadirkan narasumber yang kompeten untuk membahas berbagai isu kebudayaan, sejarah, dan pembangunan daerah.
“Saya berharap ada program-program yang bisa kita sinergikan dengan Dinas Kebudayaan. Termasuk model podcast, siapa narasumbernya, serta isu-isu apa yang bisa kita angkat di Radio Gemusba,” katanya.
Ia menambahkan, pengelola perlu memetakan segmentasi pendengar dan menentukan target audiens agar program siaran sesuai dengan karakter dan tujuan radio.
Rizal menegaskan, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda, lembaga pendidikan, komunitas budaya, dan media penyiaran.
“Atas nama Pemerintah Kota Ternate, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan gedung sekretariat dan studio Radio Gemusba ini,” ujarnya.
Ia berharap gedung dan studio tersebut dimanfaatkan sebagai ruang belajar, berkarya, bertukar gagasan, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan kebudayaan daerah.
Rizal juga mengingatkan pengelola agar menjaga profesionalisme dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi, serta terus membangun kemitraan dengan pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas kebudayaan, dan organisasi masyarakat.
Ketua Gemusba, Jou Ngofa Kaicil Ismuul Sujud mengatakan peresmian gedung sekretariat dan studio radio bukan sekadar pembukaan fasilitas baru, tetapi juga penegasan komitmen organisasi dalam menjaga adat, sejarah, kebudayaan, dan Kesultanan Ternate.
Ia menjelaskan, Gemusba memiliki akar sejarah sejak 1968, ketika kakek Sultan Ternate ke-48, almarhum Sultan Haji Mudaffar Syah, membentuk Pemuda Baabullah sebagai wadah pembinaan generasi muda.
Pada 1998, organisasi tersebut diperbarui dan berganti nama menjadi Generasi Muda Sultan Babullah hingga saat ini.
Menurut Ismul, sejarah tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab yang harus diwujudkan melalui karya dan pengabdian nyata.
“Gedung sekretariat ini harus menjadi rumah bagi gagasan, pembinaan, serta konsolidasi organisasi. Sementara studio Radio Gemusba harus menjadi ruang untuk menyebarkan informasi yang mendidik, memperkenalkan sejarah dan kebudayaan Ternate, serta memberi tempat bagi kreativitas generasi muda,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota Gemusba menjaga fasilitas tersebut serta mengelolanya secara profesional agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak diukur dari kemegahan bangunan, melainkan dari kualitas generasi yang dibentuk, nilai-nilai yang dijaga, dan kontribusi yang diberikan kepada masyarakat.
“Keberhasilan organisasi bukan diukur dari seberapa megah bangunannya, melainkan dari kualitas generasi yang dibentuk, nilai yang dijaga, dan manfaat yang bisa kita berikan kepada masyarakat luas,” kata Ismul.
Ia menegaskan, generasi muda tidak cukup hanya mewarisi nama besar Sultan Babullah, tetapi juga harus meneladani keberanian, integritas, visi, dan semangat pengabdian dalam menghadapi tantangan zaman.
Melalui kehadiran gedung sekretariat dan studio radio ini, Ismul berharap Gemusba semakin berperan dalam memperkuat identitas budaya Ternate sekaligus menjadi wadah pengembangan kreativitas generasi muda di era digital.










Komentar