Bantuan Air Bersih Gubernur Maluku Utara Menuju Tolofuo, Halmahera Barat
Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyalurkan bantuan air bersih ke Desa Tolofuo, Kecamatan Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Barat, menyusul krisis air bersih akibat banjir dan longsor yang terjadi awal Januari 2026.
Bantuan tersebut dikirim setelah Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, menginstruksikan percepatan penanganan pascabencana usai menggelar rapat koordinasi bersama Balai Cipta Karya (CK) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Bantuan air bersih mulai diberangkatkan pada Sabtu, 17 Januari 2026, dan ditargetkan tiba di Desa Tolofuo pada malam hari,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Maluku Utara, Risman.
Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan meliputi air minum bagi warga terdampak, tim teknis lapangan, serta peralatan pendukung penanganan sumur bor guna memastikan ketersediaan air bersih sementara.

Krisis air bersih di Desa Tolofuo terjadi setelah banjir dan longsor menimbun dua bak penampungan air desa serta menutup sumber mata air utama. Kondisi tersebut menyebabkan ratusan warga kehilangan akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Balai Cipta Karya, Jumat, 16 Januari 2026, Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama Balai CK menyepakati skema penanganan bertahap, mulai dari penanganan darurat hingga pemulihan jangka panjang.
Sebagai langkah awal penanganan darurat, Pemprov Maluku Utara melalui Dinas PUPR menyalurkan sebanyak 200 unit galon air bersih untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga Desa Tolofuo.
Sementara itu, Balai CK melakukan penanganan darurat dengan memanfaatkan sumur di RT 03 Desa Tolofuo. Penanganan tersebut dilengkapi satu unit pompa air, tiga unit profile tank, serta satu unit genset. Penanganan darurat ini ditargetkan selesai dalam waktu tiga hari, yakni pada 17–19 Januari 2026.
Untuk pemulihan jangka panjang, Balai CK akan melakukan perbaikan intake serta jaringan pipa distribusi air bersih yang rusak akibat bencana. Perbaikan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan setelah penanganan darurat selesai.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara menegaskan percepatan penanganan krisis air bersih ini merupakan bagian dari komitmen gubernur dalam memastikan pelayanan dasar tetap berjalan, khususnya bagi masyarakat terdampak bencana. Diharapkan, layanan air bersih di Desa Tolofuo dapat kembali normal sebelum dan selama bulan Ramadan.









Komentar