Akses Jalan di Dufa-Dufa Diblokade, Sekda Rizal Turun Langsung Amankan Pelayanan Kapal
Sejumlah akses jalan menuju Dufa-Dufa, termasuk jalur utama ke Bandara Sultan Baabullah, diblokade warga, menyusul pengalihan rute Kapal Queen Mary tujuan Dama dan Pulau Morotai ke Pelabuhan Ahmad Yani.
Aksi tersebut dipicu kekhawatiran masyarakat atas terganggunya aktivitas ekonomi di kawasan pelabuhan.
Massa yang terdiri dari pelaku usaha, UMKM, tukang ojek, hingga buruh bagasi menilai pengalihan rute kapal berdampak langsung terhadap pendapatan mereka. Pemalangan jalan dilakukan sebagai bentuk protes agar rute pelayaran kembali dilayani melalui Pelabuhan Dufa-Dufa.
Menanggapi situasi tersebut, Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, turun langsung ke lokasi untuk berdialog dengan massa. Ia didampingi Plt. Kadishub Faizal Badaruddin, Camat Ternate Utara, Lurah Dufa-Dufa, perwakilan KSOP Ternate, Kapolsek Ternate Utara, serta anggota DPRD Kota Ternate.
Di hadapan warga, Rizal menegaskan pemerintah daerah tidak tinggal diam dan akan mencarikan solusi agar pelayanan kapal kembali normal melalui Pelabuhan Dufa-Dufa.
“Saya ada di sini bersama masyarakat. Saya pastikan persoalan ini segera ditangani. Kita ingin pelayanan tetap berjalan dan masyarakat tidak dirugikan,” tegas Rizal.
Sementara itu, Kasi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP Kelas II Ternate Sugandi menyampaikan bahwa pengalihan rute dilakukan berdasarkan pertimbangan teknis pelayaran. Meski demikian, pihaknya membuka ruang koordinasi bersama pemerintah daerah untuk mengembalikan operasional kapal melalui Pelabuhan Dufa-Dufa.
Setelah melalui mediasi, warga akhirnya bersedia membuka blokade jalan. Massa kemudian bergerak menuju Pelabuhan Laut Sultan Mudaffar Sjah II untuk memastikan kapal kembali bersandar.
Sorak warga pecah saat Kapal Queen Mary terlihat merapat di dermaga. Aktivitas bongkar muat pun kembali berjalan normal.
Rizal juga mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Gubernur Maluku Utara terkait penanganan persoalan tersebut. Ke depan, pemerintah akan mengupayakan perbaikan fasilitas Pelabuhan Sultan Mudaffar Sjah II agar pelayanan semakin optimal.
“Kita ingin ada pembenahan agar kejadian seperti ini tidak terulang. Pelabuhan Dufa-Dufa harus tetap menjadi akses penting bagi masyarakat,” pungkasnya.
Aksi yang sempat menyebabkan arus lalu lintas menuju bandara tersendat itu akhirnya berakhir kondusif setelah adanya kesepahaman antara warga dan pemerintah daerah.








Komentar