Akses Terisolasi Bertahun-tahun, Gubernur Sherly Targetkan Jalan Loloda Utara Rampung 2028

Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos. Foto: Halmaherapost.com

Harapan masyarakat di wilayah Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Utara, untuk menikmati akses jalan yang layak akhirnya mulai menemukan titik terang.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara menargetkan pembangunan infrastruktur jalan di kawasan tersebut rampung secara bertahap hingga 2028.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, menegaskan komitmen itu tetap berjalan meski daerahnya mengalami pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat sekitar Rp800 miliar.

Menurutnya, pemerintah provinsi bersama Wakil Gubernur Sarbin Sehe tetap memprioritaskan program yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama sektor infrastruktur.

“Kami tetap memprioritaskan program yang berdampak langsung bagi masyarakat, seperti pendidikan, infrastruktur, dan kesehatan. Anggaran yang ada akan diefisienkan agar program tersebut tetap berjalan,” ujar Sherly.

Ia mengakui, kondisi akses jalan di Loloda Utara menuju ibu kota Kabupaten Halmahera Utara, Tobelo, masih sangat memprihatinkan. Bahkan, keterisolasian wilayah tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun.

Sejumlah ruas jalan provinsi yang menjadi fokus penanganan pemerintah daerah antara lain ruas Ngidiho–Lapi dan Lapi–Darume. Kedua ruas ini merupakan jalur vital bagi mobilitas masyarakat setempat.

Pada 2026, pemerintah provinsi mulai mengalokasikan anggaran pembangunan jalan sepanjang sekitar 8 hingga 10 kilometer di wilayah tersebut.

“Masuk ruas Lapi–Daruma dan Darume–Ngidiho. Ada yang delapan kilometer dan ada yang sepuluh kilometer. Pada 2027 sampai 2028 sudah selesai. Semua jalan yang saya ceritakan di media sosial itu ditargetkan rampung pada 2027–2028,” jelasnya.

Sherly menilai, pembangunan konektivitas jalan memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah terpencil.

Dengan akses yang lebih baik, masyarakat akan lebih mudah menjual hasil pertanian ke pasar yang lebih luas. Selain itu, mobilitas warga meningkat sehingga aktivitas ekonomi daerah ikut berkembang.

Setelah perbaikan jalan eksisting melalui pembangunan jalan lapis penetrasi (lapen), pemerintah provinsi juga berencana membuka ruas jalan baru untuk memperluas konektivitas antarwilayah.

“Nanti pada 2028 sampai 2029 kita buka ruas baru lagi, seperti Saketa–Gane, Gane Luar, dan Gane Dalam,” ujarnya.

Gubernur perempuan pertama di Maluku Utara itu berharap pembangunan infrastruktur jalan ini tidak hanya membuka keterisolasian wilayah, tetapi juga menciptakan akses ekonomi baru serta mempercepat pemerataan pembangunan di daerah.

Penulis: Qal
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga