BRI Perkuat Desa BRILiaN di Maluku Utara, Ekonomi Lokal Didorong Makin Tumbuh

Pose bersama pihak BRI dengan Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe. Foto: Ist

Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memperkuat pemberdayaan desa di Maluku Utara melalui Program Desa BRILiaN. Program tersebut diarahkan untuk mendorong desa menjadi lebih mandiri sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi lokal.

Komitmen itu ditegaskan Regional CEO BRI Region 16 Manado, Elizabeth Primasari, saat menghadiri kegiatan Semarak Desa BRILiaN di Desa BRILiaN Balbar, Sofifi, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Elizabeth mengatakan, desa merupakan salah satu kekuatan utama perekonomian Indonesia. Karena itu, BRI mendorong desa agar mampu mengembangkan potensi yang dimiliki, meningkatkan produktivitas, serta melahirkan berbagai inovasi yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Kehadiran Desa Balbar sebagai salah satu Desa BRILiaN dari Regional 16 Manado juga menjadi bukti bahwa desa dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal apabila potensi desa, masyarakat, pemerintah dan perbankan bergerak bersama,” ujar Elizabeth.

Menurutnya, pemilihan Sofifi sebagai lokasi Semarak Desa BRILiaN bukan tanpa alasan. Sebagai Ibu Kota Provinsi Maluku Utara, Sofifi merupakan pusat pemerintahan sekaligus salah satu simpul pertumbuhan baru di daerah tersebut.

“Dari Sofifi, kami ingin menyampaikan pesan bahwa pembangunan ekonomi harus tumbuh dari desa, menjangkau masyarakat dan terhubung dengan pusat-pusat pertumbuhan daerah,” katanya.

Elizabeth menjelaskan, penguatan ekonomi masyarakat Maluku Utara dilakukan BRI melalui perluasan jaringan layanan perbankan dan akses pembiayaan.

Saat ini, BRI hadir melalui 37 unit kerja yang didukung 136 ATM/CRM, 371 EDC, 17.670 QRIS serta 4.094 AgenBRILink.

Jaringan tersebut menjadi bagian dari upaya BRI mendekatkan akses layanan keuangan kepada masyarakat, termasuk pelaku usaha di wilayah perdesaan.

Di sisi pembiayaan, hingga Juli 2026 BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) lebih dari Rp267 miliar kepada 4.971 debitur di Maluku Utara.

Penyaluran KUR tersebut turut diarahkan untuk mendukung sektor-sektor unggulan daerah, salah satunya sektor perikanan.

Menurut Elizabeth, akses permodalan menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong UMKM berkembang dan naik kelas. Karena itu, BRI terus membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang memiliki potensi untuk dikembangkan.

Program Desa BRILiaN sendiri dirancang untuk mendorong desa menjadi lebih mandiri, tangguh dan inovatif. Penguatan dilakukan melalui pengembangan BUMDesa, digitalisasi layanan, inovasi, serta berbagai kegiatan yang berorientasi pada keberlanjutan.

Namun, kontribusi BRI tidak hanya menyasar aspek ekonomi. Dalam rangkaian Semarak Desa BRILiaN, BRI melalui BRI Peduli juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi 500 masyarakat.

Layanan tersebut meliputi pemeriksaan gula darah, kolesterol dan asam urat. Masyarakat juga mendapatkan obat-obatan serta vitamin sesuai kebutuhan.

Secara nasional, program pemeriksaan kesehatan gratis dalam rangkaian Semarak Merah Putih menargetkan 9.000 penerima manfaat, dengan sekitar 500 penerima manfaat di setiap lokasi.

Selain layanan kesehatan, BRI juga turut memberikan bantuan kepada masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak musibah.

Elizabeth mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan warga yang terdampak agar diberikan perlindungan, kekuatan dan ketabahan, serta proses pemulihan dapat berjalan dengan baik.

Semarak Desa BRILiaN merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dilaksanakan serentak di berbagai Desa BRILiaN binaan BRI.

Di Sofifi, kegiatan tersebut dikemas melalui sejumlah aktivitas, mulai dari lomba kemerdekaan, bazar UMKM BRILiaN, aktivasi BRI Peduli hingga panggung hiburan.

Elizabeth menegaskan, rangkaian kegiatan tersebut tidak sekadar ditujukan untuk memeriahkan momentum kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas sosial dan menggerakkan ekonomi kerakyatan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Ia berharap kolaborasi antara BRI, pemerintah dan masyarakat terus diperkuat sehingga semakin banyak desa di Maluku Utara yang mampu mengembangkan potensi unggulannya.

“Semarak Desa BRILiaN bukan sekadar sebuah kegiatan. Ini adalah wujud semangat kolaborasi, pemberdayaan dan kepedulian,” tegasnya.

Elizabeth mengajak seluruh pihak untuk terus bergerak bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Mari terus bergerak bersama, Memberi Makna Indonesia, dari desa hingga seluruh pelosok negeri,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Semarak Desa BRILiaN.

Menurut Sarbin, kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak sekadar menghadirkan kemeriahan dalam momentum peringatan kemerdekaan.

“Ketika pemerintah, dunia usaha dan masyarakat berjalan bersama, maka banyak hal baik yang bisa kita kerjakan untuk Maluku Utara,” ujar Sarbin.

Ia menilai, keberadaan BRI yang semakin dekat dengan masyarakat, terutama pelaku usaha kecil, memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sarbin juga mengajak masyarakat untuk mendukung produk-produk lokal sekaligus memberikan ruang yang lebih besar bagi pelaku UMKM agar dapat berkembang.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam mempercepat pembangunan Maluku Utara.

Dengan penguatan pemberdayaan desa, perluasan akses keuangan dan dukungan terhadap UMKM, Desa BRILiaN diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari program pemberdayaan, tetapi mampu tumbuh sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat lokal.

Penulis: Qal
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga