Pataka JKPI dari Ternate ke Bandung, Alm Haji Bur Dianugerahi Maestro Legend

Prosesi penyerahan Pataka JKPI dari Ternate ke Bandung. Foto: Humas Pemkot Ternate

Bendera pataka Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) resmi berpindah dari Kota Ternate ke Kota Bandung yang ditetapkan sebagai tuan rumah Rakernas JKPI XIII 2027.

Dalam momentum yang sama, almarhum Haji Burhan Abdurrahman atau Haji Bur, mantan Wali Kota Ternate dua periode, dianugerahi penghargaan Maestro Legend di Landmark Ternate, Jumat, 28 Agustus 2026.

Prosesi penyerahan pataka menjadi salah satu agenda dalam gelaran budaya rangkaian Rakernas JKPI XII. Bendera pataka diserahkan Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, kepada Ketua TP PKK Kota Bandung, Aryatri Farhan, yang mewakili Wali Kota Bandung.

Penyerahan tersebut menjadi simbol estafet amanah dalam menjaga, merawat, dan mengembangkan warisan pusaka Nusantara dari timur hingga barat Indonesia.

Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, mengatakan estafet kepemimpinan JKPI menjadi momentum memperkuat kolaborasi antarkota dalam menjaga warisan sejarah dan budaya.

“Dari Ternate di kaki Gunung Gamalama yang menyimpan jejak panjang peradaban rempah dunia, menuju Bandung yang tumbuh dari kekayaan sejarah, budaya, dan inovasi. Dua kota dengan karakter berbeda ini dipersatukan oleh semangat menjadikan pusaka sebagai kekuatan membangun masa depan,” ujar Tauhid.

Menurutnya, kerja sama antarkota pusaka ke depan diarahkan pada tiga fokus utama, yakni pertukaran budaya dan pelestarian pusaka, pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata, serta inovasi pembangunan.

Pertukaran budaya dan pelestarian pusaka diarahkan untuk memperkuat sinergi dalam perlindungan cagar budaya nasional. Sementara ekonomi kreatif dan pariwisata didorong melalui optimalisasi potensi lokal berbasis warisan sejarah.

Adapun inovasi pembangunan dilakukan melalui pertukaran praktik terbaik dalam tata kelola kota pusaka yang berkelanjutan.

10 Tokoh Dianugerahi Maestro Legend

Rakernas JKPI XII juga menjadi momentum untuk memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh yang dinilai memiliki kontribusi dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan Maluku Utara.

Sebanyak 10 tokoh dianugerahi penghargaan Maestro Legend dalam berbagai bidang kebudayaan dan pelestarian pusaka.

Salah satunya almarhum Haji Burhan Abdurrahman, atau Haji Bur, mantan Wali Kota Ternate dua periode.

Haji Bur dianugerahi Maestro Legend Revitalisasi dan Penggerak Kota Pusaka. Penghargaan tersebut diterima oleh Mansur Abdurrahman.

Selain Haji Bur, penghargaan diberikan kepada almarhum Muhammad Adnan Amal sebagai Maestro Legend Pelestari Dokumen Kuno. Penghargaan diterima Dra. Marjorie S. Amal, M.Si.

Kemudian Boki Alwia H. Annisa Hidayatullah dianugerahi Maestro Legend Pelestari Gastrodiplomasi Kuliner Rempah. Penghargaan tersebut diterima Boki Nadia Hidayatullah Sjah.

Berikutnya Zainudin M. Arie, S.S., M.Pd. sebagai Maestro Legend Penggerak Teater Rakyat; Hasan Ali/Ata deng Kofia sebagai Maestro Legend Pelestari Alat Musik Tradisional; serta Abdul Halil/Loela Drakel sebagai Maestro Legend Komposer/Penyanyi Pop Daerah.

Penghargaan juga diberikan kepada Rizal Iskandar Alam sebagai Maestro Legend Pelestari Tari Tradisional Kesultanan, Hamadal Minggu sebagai Maestro Legend Penjaga Plasma Nutfah Cengkih dan Pala Purba, serta Elma Kambry sebagai Maestro Legend Pengobatan Tradisional dan Rempah Herbal.

Sementara Hj. Sehat Lamasila menerima penghargaan Maestro Legend Pelestari Wastra dan Busana Ternate. Penghargaan tersebut diterima oleh Haryani Yasil.

Penganugerahan Maestro Legend menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi para tokoh dalam menjaga identitas, tradisi, pengetahuan lokal, serta warisan budaya Maluku Utara.

Apresiasi untuk Ternate

Direktur Eksekutif JKPI, Nanang Asfarinal, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Ternate dan masyarakat yang telah memberikan sambutan hangat kepada para peserta Rakernas JKPI XII.

Ia menyebut lebih dari 1.000 tamu dan delegasi dari berbagai daerah hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Nanang juga mencatat perpindahan tongkat kepemimpinan Ketua Presidium JKPI dari Wali Kota Yogyakarta kepada Wali Kota Ternate.

Di tengah kemeriahan gelaran budaya, JKPI turut menyampaikan simpati dan duka cita mendalam atas musibah yang melanda masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT), serta bencana asap di Kalimantan.

Rangkaian kegiatan di Landmark Ternate kemudian dimeriahkan dengan penampilan musik dari seniman asal Ambon, Fresly Nikijuluw.

Selain itu, turut digelar Nusantara Raya Run 2026 atau Fort to Fort Run dengan kategori 5 kilometer dan 10 kilometer, yang dimulai pada pukul 05.30 WIT, Sabtu, 29 Agustus 2026, dan malamnya karnaval budaya.

Rakernas JKPI XII di Kota Ternate menjadi momentum memperkuat jejaring antarkota pusaka sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah, budaya, dan rempah Ternate kepada para delegasi dari berbagai daerah di Indonesia.

Estafet pataka ke Bandung pun menandai berlanjutnya amanah JKPI dalam menjaga pusaka Nusantara dan mendorong warisan sejarah serta budaya menjadi kekuatan pembangunan masa depan.

Penulis: Qal
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga