Pemerintah
Kemarau Melanda Morotai, Dinas Pertanian Siapkan Bantuan Bibit Perkebunan
Musim kemarau menyebabkan sejumlah tanaman perkebunan masyarakat di Kabupaten Pulau Morotai, mengalami kerusakan hingga mati. Kondisi ini turut meningkatkan permintaan bibit pala dan kelapa dalam empat bulan terakhir.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pulau Morotai, Tamhid Bilo, mengatakan kekeringan dan kebakaran lahan menjadi penyebab rusaknya tanaman perkebunan masyarakat.
“Iya, memang di musim kemarau ini banyak permintaan bibit pertanian, terutama tanaman perkebunan. Kita tahu bersama, dengan adanya kemarau ini banyak tanaman yang mati akibat kekeringan,” kata Tamhid.
Menurutnya, stok bibit pala dan kelapa yang telah disediakan pihaknya belum mampu memenuhi tingginya permintaan masyarakat.
Mengantisipasi kondisi tersebut, Dinas Pertanian menyiapkan bantuan bibit melalui program pengembangan tanaman pala, kakao, dan kelapa tahun 2026 yang tersebar di enam kecamatan.
“Kita sudah menyiapkan bantuan bibit perkebunan melalui kegiatan tahun ini, yakni pengembangan tanaman pala, kakao dan kelapa yang tersebar di enam kecamatan,” jelasnya.
Program yang bersumber dari APBN itu mencakup pengembangan pala seluas 400 hektare, kakao 300 hektare, dan kelapa 300 hektare. Penyaluran bibit masih menunggu distribusi dari Balai Besar di Ambon, sementara administrasi kelompok tani penerima telah diselesaikan.
Selain bantuan APBN, Pemkab Morotai juga telah menyalurkan bibit melalui APBD, yakni 10.000 pohon pala dan 6.500 pohon kelapa.
“Seluruh bantuan akan diserahkan ke kelompok tani. Syaratnya sudah diselesaikan, tinggal penyaluran saja,” ujar Tamhid.
Bantuan tersebut diharapkan membantu petani mengganti tanaman yang rusak atau mati sekaligus menjaga keberlanjutan komoditas perkebunan unggulan di Kabupaten Pulau Morotai.








Komentar