Pemerintah
Sherly Apresiasi OMC BNPB, Hujan Dilaporkan Terjadi di 15 Desa Taliabu
Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, mengapresiasi dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Pulau Taliabu.
Penyemaian awan menggunakan 800 kilogram bahan semai Natrium Klorida (NaCl) pada Kamis, 5 November 2026 tersebut diikuti laporan hujan di 15 desa.
Berdasarkan laporan Flight Scientist PT Makson Sukses Pratama, Ghaly dan Abil, penyemaian dilakukan menggunakan pesawat PK-SNP pada ketinggian 10.000 kaki dengan sasaran awan cumulus. Awan yang menjadi target memiliki dasar sekitar 6.000 kaki dan puncak mencapai 15.000 kaki.
Dalam proses tersebut, tim menggunakan NaCl atau garam sebagai bahan semai higroskopis yang berfungsi membantu pembentukan dan pertumbuhan butiran air di dalam awan. Mekanisme ini berpotensi meningkatkan peluang terjadinya hujan apabila kondisi awan mendukung.
Laporan penerbangan tertanggal 5 November 2026 mencatat adanya presipitasi atau hujan dengan intensitas ringan di sekitar Pulau Taliabu.
“Terpantau presipitasi dengan intensitas ringan di area 219° / 204 NM (Pulau Taliabu),” demikian petikan laporan Flight Scientist PT Makson Sukses Pratama, Ghaly dan Abil.
Laporan itu juga mencatat angin saat penyemaian bergerak dari arah timur laut menuju timur dengan kecepatan sekitar 3–4 knot. Sementara pengamatan pada beberapa lapisan menunjukkan kecepatan angin 2 knot pada ketinggian 3.000 kaki, 1 knot pada 5.000 kaki, dan 8 knot pada 8.000 kaki.
Secara terpisah, laporan kondisi lapangan menyebutkan hujan terjadi di 15 desa, yakni Bobong, Wayo, Kilong, Kramat, Salati, Onemay, Nggele, Fayaunana, Lede, Langganu, Balohang, Belo, Bahu, Talo, dan Padang.
Sherly menyampaikan terima kasih kepada BNPB dan seluruh tim yang terlibat dalam pelaksanaan OMC. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat dan daerah diperlukan untuk membantu penanganan kekeringan serta menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.
“Terima kasih kepada BNPB dan seluruh tim yang telah mendukung pelaksanaan OMC di Maluku Utara. Upaya ini diharapkan dapat membantu wilayah yang membutuhkan dukungan ketersediaan air. Kita juga harus memastikan setiap perkembangan kondisi cuaca diikuti dengan langkah kesiapsiagaan,” ujar Sherly.
Selain mengapresiasi pelaksanaan OMC, Sherly meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota di Maluku Utara memperkuat mitigasi bencana, terutama di wilayah yang mulai mengalami hujan.
Ia mengingatkan, hujan juga berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti genangan, banjir, luapan sungai, hingga tanah longsor. Karena itu, pemerintah daerah diminta melakukan langkah antisipasi sejak dini.
“Pemerintah kabupaten/kota perlu memastikan saluran drainase dan selokan dibersihkan, aliran air tidak tersumbat sampah, serta kondisi sungai dan wilayah rawan longsor terus dipantau. Jangan menunggu terjadi banjir baru dilakukan pembersihan. Antisipasi harus dilakukan sejak dini,” tegasnya.
Sherly juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah ke selokan, serta memastikan saluran air di sekitar permukiman tetap berfungsi dengan baik.
Pemprov Maluku Utara akan terus memperkuat koordinasi dengan BNPB dan pemerintah kabupaten/kota untuk memantau perkembangan cuaca, pelaksanaan OMC, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.










Komentar