Sekilas Info

Kekerasan Wartawan

Kapolda Malut Dituntut Berikan Sanksi Tegas kepada Oknum Brimob Penganiaya Wartawan

Wartawan Kabarmalut.co.id Yasim Mujair, saat melakukan aksi kecaman kekerasan terhadap wartawan, September 2019 lalu. || Foto : Red

Ternate, Hpost - Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Maluku Utara (Malut) Rahman Mustafa meminta Kapolda Malut Brigjen Pol Drs Suroto segera menindak tegas oknum anggota Brimob yang melakukan tindakan kekerasan dan penganiayaan terhada Anggota IWO Kota Ternate atas nama Yasim Mujair saat melaksanakan peliputan.

"Sikap IWO meminta Polda Malut memberikan sanksi kepada oknum anggota yang melakukan tindakan penganiayaan berupa sanksi pemecatan," kata Rahman

”Sebagai mitra IWO meminta Kapolda Malut secepatnya menindak oknum anggota Brimob pelaku penganiayaan wartawan Kabarmalut.co.id. Apalagi pelaku pada saat melakukan penganiayaan dalam kondisi mabuk, tentu ini sangat mencoret nama baik Polda Maluku Utara yang saat ini telah giat melakukan pemberantasan minuman keras,” ungkap Rahman Mustafa kepada wartawan di Ternate.

Pelaku kekerasaan (Kaos Hitam) || Foto : Istimewa

Pihaknya juga melaporkan kasus tersebut ke PP IWO di Jakarta. Selanjutnya dilaporkan ke Propam Mabes Polri.
“Yang jelas kejadian ini PP IWO sudah meminta IWO Malut segera membuat kronologis untuk disampaikan ke PP, karena korban juga merupakan anggota IWO” tegas Erik.

Yasim menceritakan, ia bersama rekan-rekan junralis lain melaksanakan peliputan dengan menggunakan sepeda motor dari arah utara kota Ternate menuju selatan, bertujuan di Hotel Grand Dafam. Tiba-tiba di perjalanan bertepatan dengan pelaku yang juga berboncengan dengan temannya yang juga menggunakan sepeda motor bernopol DG 5305 OE yang diduga sedang mabuk.

Pelaku mengambil jalur yang berlawanan sehingga hampir menabrak korban. Korban sontak berteriak, pelaku yang mendengar itu langsung berbalik mengejar korban. Setibanya di pertigaan perempatan Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Ternate Selatan, pelaku tanpa basa-basi langsung melayangkan pukulannya sebanyak 3 kali ke kepala korban sehingga mengalami luka lebam di kepala.

Yasim yang tidak menerima perlukuan itu langsung membuat laporan polisi di Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Ternate.

Terpisah, Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Malut Halik Djokrora kepada awak menegaskan, Kasus tersebut harus di proses sampai ke meja hijau, tidak ada toleransi kepada anggota yang mabuk baru membuat kekerasan, ini menjadi pembelajaran kepada semua pihak, kemudian kepada Kapolda Malut Brigjen Pol Suroto agar memecat anggota yang mabuk serta semena-mena melakukan kekerasan terhadap masyarakat,

"kami dari PWI Malut sudah melaporkan ke PWI Pusat, besok (hari ini, Red) akan melaksanakan aksi besar-besaran di Kota Ternate,"tegasnya

Penulis: Red
Editor: Red

Baca Juga